Iran dukung Lebanon yang kuat

Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyatakan dia mendukung ''persatuan Lebanon''
Keterangan gambar, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan mendukung ''persatuan Lebanon''

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan negaranya mendukung Lebanon yang kuat dan bersatu dalam kunjungan kenegaraan pertama ke negara Timur Tengah tersebut.

Pernyataan ini dikeluarkan Ahmadinejad di tengah kekhawatiran bahwa kunjungan presiden Iran itu bisa mengancam stabilitas politik Lebanon yang rapuh.

Massa menyambut Ahmadinejad ketika tiba di Beirut. Sebagian dari penyambut memenuhi seruan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Presiden Ahmedinejad kemudian berpidato di rapat umum warga Syiah Lebanon yang digalang oleh Hizbullah di pinggiran selatan kota Beirut.

Ahmadinejad memuji perlawanan Lebanon terhadap kekuatan yang dia sebut para tirani dunia.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah -- yang berbicara melalui sambungan video -- mengatakan Iran tidak memiliki agenda untuk mendiktekan Lebanon.

Tempat rapat umum berada di kawasan tempat rekonstruksi berlangsung dengan dana Iran setelah bombardemen Israel pada tahun 2006. Konflik dengan Israel itu menelan 1.200 korban jiwa di pihak Lebanon, dan nyawa 160 orang Israel.

Dalam pernyataannya, Ahmadinejad mengatakan Iran siap membantu Beirut menghadapi setiap agresi Israel.

''Kami pasti akan membantu bangsa Lebanon melawan permusuhan, utamanya yang dilancarkan oleh rezim Zionis,'' kata Ahmadinejad mengacu ke Israel.

Banyak orang khawatir atas kunjungan Ahmadinejad, sebab Iran mendukung kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah, musuh bebuyutan Israel.

Berbicara di sela kunjungan Kosovo, Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan Washington menolak segala upaya "untuk menggoyahkan atau mengobarkan ketegangan" di Lebanon.

Beberapa anggota kubu mayoritas pro-Barat di parlemen Lebanon menyebut kunjungan Ahmadinejad provokasi. Mereka mengatakan Ahmadinejad berusaha mengubah Lebanon menjadi "basis Iran di Mediterania".

Israel menuding Iran memasok Hizbollah dengan roket dan amunisi lain, tapi para pejabat yang dekat dengan kelompok tersebut menekankan bahwa Iran mendukung pembangunan kembali kawasan korban konflik.

Mereka menyatakan mereka membelanjakan sekitar $1 miliar yang diberikan Iran sejak 2006 untuk bantuan dan rekonstruksi.

Kunjungan perbatasan

Massa pro-Hizbullah menyambut hangat Ahmadinejad
Keterangan gambar, Massa pro-Hizbullah menyambut hangat Ahmadinejad di Beirut

"Ahmadinejad telah berbubat banyak bagi Lebanon, kami hadir di sini untuk berterimakasih kepada dia," kata mahasiswa teknik Fatima Mazeh, 18 tahun, kepada kantor berita Associated Press.

"Dia tidak mengendalikan Lebanon. Setiap orang punya akal dan bisa berfikir sendiri. Kami di sini berdiri dengan dia selama masa-masa sulit,'' katanya.

Namun, di kawasan lain Lebanon, Hizbullah dan para pendukungan dari luar dipandang dengan kecurigaan oleh sebagian lain.

"Saya muak dengan kunjungan ini," Mona, warga Kristen berusian 23 tahun kepada kantor berita AFP. "Mereka menyebut [Ahmadinejad] sebagai penyelamat, tapi yang dia bawa ke kami hanya masalah."

Setelah bertemu Presiden Lebanon Suleiman dan Perdana Menteri Saad Hariri, yang memimpin koalisi yang didukung oleh Saudi dan Barat, presiden Iran akan bertemu pemimpin Hizbollah, Hassan Nasrallah.

Hari kamis, dia dijadwalkan berkunjung ke kota perbatasan Bint Jbeil dan Qana, dua ajang pertempuran paling sengit dalam konflik 2006.

Kunjungan Ahmadinejad ke Lebanon juga berlangsung di tengah ketegangan soal penyelidikan PBB atas pembunuhan mantan Perdana Menteri negara itu, Rafik Hariri, tahun 2005.

Pengadilan PBB diyakini sudah akan mengumumkan dakwaan, termasuk terhadap beberapa anggota Hizbullah.

Perdana Menteri Hariri - putra Rafik Hariri - ditekan Hizbullah dan Suriah agar mengesampingkan pengadilan tersebut.