Bank sentral Jepang bahas kurs yen

Penguatan yen justru mengganggu pemulihan ekonomi
Keterangan gambar, Penguatan yen justru mengganggu pemulihan ekonomi

Bank sentral Jepang mengadakan pertemuan mendadak di tengah-tengah kekhawatiran atas gejolak nilai tukar yen.

Bank mengumumkan sejumlah kebijakan, termasuk membuat lebih banyak uang tersedia untuk bank komersial sehingga mereka bisa meminjamkannya kepada pengusaha Jepang.

Pengamat menyatakan kekhawatirannya atas peningkatan nilai tukar yen akan mengganggu pemulihan ekonomi negara ini yang masih dianggap rentan.

Yen yang menguat akan membuat ekspor Jepang menjadi melemah di negara lain.

Sebuah jajak pendapat pemerintah menyebutkan kalau banyak perusahaan yang berencana memindahkan produksi mereka ke luar negeri jika nilai tukar yen terus menguat.

Bank sentral Jepang sejauh telah mengembangkan ukuran dan durasi atas pendanaan bunga rendah dengan meningkatkan jumlah uang yang tersedia menjadi 30 triliun yen dari sebelumnya 20 triliun dan menyiapkan pendanaan enam bulan bersamaan dengan operasi tiga bulan yang berlangsung saat ini.

Wartawan BBC di Tokyo mengatakan gubernur Bank sentral Jepang, Masaaki Shirakawa kembali dari Amerika Serikat sehari sebelumnya untuk mengatasi krisis nilai tukar yen.

Nilai tukar yen saat ini merupakan yang tertinggi dalam 15 tahun lebih kuat ketimbang dolar Amerika Serikat.

Laporan wartawan BBC mengatakan timbul keraguan tentang apakah kebijakan yang diambil saat ini akan memberi efek bagi Jepang yang kini terperosok deflasi.

Harga yang jatuh membuat ongkos pinjaman menjadi lebih tinggi.