Kekerasan anak meningkat di Jepang

Kekerasan anak di Jepang
Keterangan gambar, Kekerasan anak diangga bertentangan dengan budaya Jepang.

Kasus kekerasan terhadap anak di Jepang meningkat dan mencapai angka tertinggi sejak pencatatan dilakukan 10 tahun lalu.

Data dari kepolisian menyebutkan dalam enam bulan pertama tahun 2010, tercatat 187 anak menjadi korban kekerasan fisik dan seksual.

Sebanyak 18 diantara korban meninggal dunia.

Disebutkan pula bahwa pornografi anak dalam periode yang sama meningkat 60% menjadi 599 kasus dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan ini antara lain disebabkan upaya pemerintah untuk menangani kasus eksploitasi anak, sehingga lebih banyak kasus yang tercatat.

''Ada kemungkinan jumlah kasus sebenarnya meningkat walau mungkin juga kasus-kasus yang tersembunyi jadi muncul karena perhatian yang meningkat," seperti tertulis dalam pernyataan Kepolisian Nasional Jepang.

Sejauh ini 199 orang sudah ditangkap sehubungan dengan kasus kekerasan anak dan hampir semuanya merupakan pelindung dari anak-anak tesebut.

Perlakuan sadis

Beberapa kasus kekerasan terhadap anak di Jepang yang diliput media secara meluas telah mendorong meningkatnya perhatian pada masalah ini.

Bulan lalu seorang perempuan ditangkap karena tuduhan membiarkan kedua anaknya -yang berusia setahun dan tiga tahun- kelaparan sampai mati di apartemennya.

Para tetangga mengatakan kedua anak itu menangis histeris namun tidak ada tindakan yang diambil.

Kasus lainnya berupa seorang perempuan berusia 34 tahun yang ditangkap karena didakwa mencekik putrinya sampai mati.

Laporan-laporan menyebutkan perempuan itu mengaku kepada polisi bahwa putrinya yang berusia lima tahun itu pernah dimasukkan ke dalam mesin pencuci yang sedang beroperasi.

Kasus-kasus kekerasan anak dianggap amat bertentangan dengan citra budaya Jepang yang mengagungkan eratnya hubungan dalam keluarga.