Seruan ketenangan di Lebanon

Raja Abdullah, Presiden Libanon, Michel Suleiman, dan Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Keterangan gambar, Arab Saudi dan Suriah merupakan negara berpengaruh di Timur Tengah.

Pemimpin Suriah dan Arab Saudi meminta agar faksi-faksi yang bertikai di lebanon tidak terjerumus dalam kekerasan di tengah ketegangan politik yang meningkat di negara itu.

Seruan diungkapkan usai pertemuan yang tidak diduga di Beirut antara Raja Abdullah dari Arab Saudi, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan Presiden lebanon, Michel Suleiman.

Mereka meminta pihak-pihak di lebanon menyelesaikan masalah lewat lembaga-lembaga hukum.

Kunjungan Raja Abdullah dan Presiden Bashar al-Assad menandai semakin membaiknya hubungan antara Arab Saudi dan Suriah, dua kekuatan yang berpengaruh di kawasan Iimut Tengah.

Kedua negara baru membuka kedutaan masing-masing tahun lalu dan membaiknya hubungan mereka dianggap sebagai hal yang amat penting bagi stabilitas di lebanon.

"Para pemimpin menekankan pentingan stabilitas... komitmen untuk menghindari kekerasan dan kebutuhan untuk menempatkan kepentingan negara di atas semua kepentingan sektarian," begitulah bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan lebanon usai pertemuan.

Kekhawatiran bersama

Kunjungan Presiden Assad ke lebanon ini merupakan yang pertama kali sejak Suriah menarik pasukannya dari lebanon karena pembunuhan perdana menteri Rafik Hariri tahun 2005.

Presiden Assad dan Raja Abdullah sama-sama khawatir jika konflik akan marak di lebanon jika pengadilan PBB mendakwa anggota gerakan Hisbullah -yang didukung Iran- sehubungan dengan pembunuhan Hariri.

Hari Kamis (29/07) kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama dalam membantu stabilitas di lebanon.

Gerakan Hisbullah merupakan sekutu utama Suriah di lebanon sementara Arab Saudi punya hubungan dengan umat Sunni serta Perdana Menteri saat ini, Saad Hariri, yang merupakan putra Rafik Hariri.

Baik Presiden Assad dan Raja Abdullah dianggap sama-sama berperan dalam mengakhiri masa lima bulan kebuntuan politik di lebanon dengan membantu pembentukan pemerintahan bersatu lebanon, yang melibatkan Hisbullah, November tahun lalu.