Longsor landa Cina, puluhan hilang

Desa Shuanghe di Sichuan, Cina
Keterangan gambar, Desa Shuanghe di berada di kaki sebuah gunung di Sichuan, Cina

Lebih dari 20 orang hilang dan dikhawatirkan tewas setelah hujan lebat memicu tanah longsor yang mengubur sebuah desa di Sichuan, Cina selatan.

Puluhan rumah di desa Shuanghe terkubur Selasa pagi setelah batu dan lumpur longsor dari Gunung Ermanshan.

Polisi menyelamatkan tiga orang korban dari puing-puing perkampungan, termasuk seorang warga berusia 80 tahun, lapor media pemerintah.

Ribuan warga desa diungsikan dari tempat tinggal mereka.

Dalam perkembangan lain, sebuah jembatan di Cina tengah ambruk hari Sabtu dan insiden ini menelan 33 korban jiwa.

Cuaca buruk akhir-akhir ini menyebabkan 1.250 kematian di seluruh Cina, kata aparat negara itu.

Kerugian ekonomi di seluruh negara itu diperkirakan senilai lebih dari $ 22 miliar.

Cina mengalami hujan sangat lebat setiap tahun, tapi curah hujan tahun ini dilaporkan merupakan yang paling lebat dalam setidaknya masa 10 tahun terakhir.

Banyak sekali air sengaja dilepas dari balik Bendungan Tiga Ngarai untuk mengurangi tingkat tekanan air di salah satu anak Sungai Yangtze. Tingkat permukaan air di sana akhir pekan lalu dilaporkan mencapai rekor tertinggi dalam 30 tahun.

Mayat ditemukan

Air banjir di Bendungan Tiga Ngarai diperkirakan mencapai puncak hari Rabu, setelah hujan lebat turun di bagian atas Sungai Yangtze sepanjang akhir pekan.

Permukaan air di Bendungan Tiga Ngarai melonjak tinggi
Keterangan gambar, Permukaan air di Bendungan Tiga Ngarai melonjak tinggi

Sejak Minggu malam, para pejabat di Bendungan Tiga Ngarai memompakan lebih banyak air dari pintu-pintu air untuk mengantisipasi banjir.

Pihak berwenang Cina menyatakan mungkin banjir sedikit lebih kecil dari yang terjadi di bendungan itu pekan lalu.

Di sebuah desa di Provinsi Henan di Cina tengah, 33 jasad tak bernyawa ditemukan setelah sebuah jembatan ambruk.

Para pejabat pemerintah setempat menyatakan ketinggian air di sungai di bawah jembatan tersebut biasanya kurang dari 100 cm.

Namun kawasan tersebut didera hujan paling lebat dalam masa 100 tahun.

Permukaan air naik tajam dan air sungai itu mengalir 63 kali lebih cepat dari biasanya ketika seluruh jembatan akhirnya hanyut.

Insiden ini terjadi hari Sabtu (23/7), tapi baru dilaporkan media nasional Cina beberapa hari kemudian.