Pegawai kedelapan iPhone tewas

Pegawai kedelapan perusahaan pembuat iPhone Taiwan, Foxconn, bunuh diri dengan terjun dari lantai empat.
Xinhua melaporkan Nan Gan yang berusia 21 tahun bunuh diri pada dini hari, tidak lama setelah selesai bekerja.
Sepuluh pekerja menjatuhkan diri dari sejumlah gedung kompleks Foxconn di Shenzhen, Cina selatan tahun ini. Dua orang selamat meskipun mengalami luka parah.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang perlakuan yang dialami para pekerja.
Permulaan minggu ini Foxconn mengatakan mereka melibatkan pembimbing dan biksu Budha untuk memberikan dukungan ruhani kepada para pekerja.
Juru bicara Biro Keamanan Masyarakat Shenzhen Huang Jianwei mengatakan Nan jatuh dari gedung sebelum pukul lima pagi waktu setempat.
Kematiannya masih diperiksa polisi dan petugas keamanan kerja, lapor Xinhua.
Perusahaan sejaun ini belum berkomentar.
Dukungan biksu
Foxconn adalah bagian dari Hon Hai Precision, pembuat barang elektronika terbesar dunia yang mempekerjakan 800 ribu orang di dunia, sebagian besar di Cina.
Perusahaan menanggapi serius kematian ini meskipun penyelidikan pemerintah setempat tidak menyalahkan keadaan tempat kerja.
Kematian akhir-akhir ini terjadi setelah pegawai Foxconn di bagian pengapalan iPhone Apple bunuh diri tahun lalu karena salah satu unit telepon genggam hilang.
Apple menyelidiki tuduhan praktek kepegawaian buruk Foxconn karena muncul protes pada Juni 2006. Tuduhan tersebut dinyatakan tidak beralasan.
Meskipun demikian disimpulkan bahwa sejumlah pegawai bekeja lebih lama dari aturan jam kerja saat sibuk. Seperempat dari pegawai bahkan tidak libur satu hari dalam seminggu.
China Labour Watch yang bermarkas di Cina mengecam "gaya militer Foxconn dan buruknya keadaan tempat kerja". Mereka mendesak perusahaan itu untuk "mulai melakukan pengkajian menyeluruh tentang kehidupan" di pabrik.
Foxconn mempekerjakan 100 pembimbing dan mengundang biksu untuk membantu pekerja pada Pusat Perawatan Pegawai baru dan melatih staf kesehatan untuk memberikan dukungan emosional.
Mereka juga memperkenalkan sistem imbalan kepada pegawai yang menemukan rekan kerja yang mengalami masalah emosional, di samping nomor telepon khusus untuk para pegawai.









