Hujan salju lumpuhkan Beijing

Pemerintah kota Beijing menutup sejumlah sekolah dan mengerahkan warga untuk membersihkan timbunan salju tebal dari jalan-jalan utama kota itu.
Beijing nyaris lumpuh setelah dihantam hujan salju terparah dalam 60 tahun terakhir. Hujan salju selama akhir pekan lalu menghasilkan tumpukan salju setinggi 30cm di ibukota Cina itu dan kota pelabuhan Tianjin.
Kelumpuhan juga melanda bandara internasional Beijing yang mengakibatkan ribuan penumpang terlantar. Selain itu, lebih dari 30 jalur jalan utama di bagian utara Cina juga ditutup.
Tak hanya Cina yang lumpuh akibat hujan salju. Sejumlah penerbangan juga harus ditunda di Korea Selatan.
Belum berakhir
Sejumlah media lokal melaporkan hujan salju yang terjadi sepanjang akhir pekan lalu di Beijing adalah yang terparah sejak tahun 1951.
Wartawan BBC di Beijing Quentin Sommerville mengatakan udara dingin menghentikan aktivitas harian di kawasan yang sebenarnya terbiasa dengan cuaca buruk.
Namun kondisi ini belum separah terpaan udara dingin tahun 2008 yang mengakibatkan putusnya aliran listrik dan terganggunya jalur transportasi.
Pemerintah terpaksa menutup 3.500 sekolah di Beijing dan Tianjin sejak Senin. Penutupan sekolah ini membuat sekitar 2,2 juta pelajar 'terpaksa' memperpanjang liburan akhir tahun mereka.
Sementara lebih dari 30 jalur jalan keluar dan masuk Beijing tak dapat dilalui, sedangkan jaringan jalan dalam kota yang tertutup lapisan es tipis masih bisa dilalui kendaraan-kendaraan ringan dengan kecepatan rendah.
"Suhu rendah dan jalanan yang dilapisi es dikhawatirkan akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas," kata Kepala Biro Manajemen Lalu Lintas Beijing, Song Jianguo kepada kantor berita Xinhua.
Pemerintah mengingatkan kondisi ini bisa mengakibatkan naiknya harga bahan makanan, menunda penerbangan dan menghentikan roda perekonomian di Beijing dan sejumlah kota dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, pasokan gas juga bisa terhambat.
Para pengelola bandara kepada media setempat mengatakan landas pacu tengah dibersihkan dan bandara diharapkan bisa segera beroperasi secepatnya.
Penerbangan tertunda
Sementara itu, lebih dari 100 penerbangan dibatalkan atau tertunda yang mengakibatkan ribuan penumpang terlantar, karena para teknisi tengah membersihkan pesawat yang diselimuti es sehingga tidak bisa beroperasi sejak akhir pekan lalu.
Sedangkan bandara-bandara di kota-kota sekitar Beijing seperti Tianjin, Hohhot dan Shijiazhuang ditutup dan sebagian besar jalan utama yang menuju keluar Beijing juga ditutup.

Meski ramalan cuaca mengatakan hujan salju tak akan turun lagi di Beijing dalam beberapa hari ke depan, namun badai salju kemungkinan akan menghantam kawasan timur laut dan Provinsi Shandong di timur negeri itu.
Kantor Meteorologi Nasional Cina memperingatkan warga untuk waspada karena suhu di kawasan utara bisa anjlok hingga -32 derajat celsius.
Sementara itu, sebagian besar semenanjung Korea juga diselimuti salju tebal yang menyebabkan kekacauan di saat jam sibuk hari Senin.
Bandara Gimpo Seoul, yang menjadi penghubung penerbangan domestik Korea Selatan, terpaksa harus menunda sejumlah penerbangan karena hujan salju.
Sedangkan Bandara Internasional Incheon juga dikabarkan menunda dan membatalkan sejumlah jadwal penerbangan.









