Banjir bandang Libia: 'Saya kehilangan setidaknya 50 anggota keluarga'

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Aoife Walsh
- Peranan, BBC News
Lebih dari 5.300 orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan lain hilang, setelah banjir bandang menerjang kota pelabuhan Derna di Libia.
Terbaru, pejabat setempat memperkirakan 18.000 hingga 20.000 meninggal akibat bencana alam itu.
Walikota Derna, Abdulmenam Al-Ghaiti menyebut perkiraannya itu berdasar pada jumlah distrik yang hancur lebur tersapu air ketika dua bendungan runtuh.
Badai yang melanda pada Minggu (10/09) juga berdampak pada kota-kota di bagian timur, seperti Benghazi, Soussa, dan Al-Marj.
Petugas penyelamat hingga kini tengah melakukan upaya penyelamatan terhadap warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Mereka berharap masih ada korban yang selamat, namun harapan itu hampir pupus.
Hichem Abu Chkiouat, menteri penerbangan sipil di pemerintahan yang memerintah Libia timur, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa jumlah korban bisa meningkat secara signifikan karena "laut terus-menerus membuang puluhan mayat".
Puluhan warga Mesir jadi korban banjir bandang Libia
Anggota tim penyelamat Mesir diterjunkan di area yang terdampak banjir bandang di Libia. Ada sekitar 80 warga Mesir yang meninggal akibat banjir bandang, salah satunya adalah Aly.
Jenazahnya yang telah dipulangkan ke kampung halaman di Desa Al Sharief di Mesir, disambut oleh keluarga yang berkabung atas kematian kerabatnya.
Ayah Aly, Hassan El Salheen, menangis sedih setelah pemakaman putranya. Sementara saudaranya, menunjukkan foto Aly yang meninggal akibat tersapu banjir bandang Libia, bersama tiga sepupunya yang lain.
Sementara itu, seorang ibu meratap sedih ketika menceritakan putranya yang hingga kini belum ditemukan. Mohamed Atef diperkirakan menjadi korban banjir bandang di Libia.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters
'Saya kehilangan setidaknya 50 anggota keluarga'
Sementara itu, di Libia, sejumlah warga mengungkapkan hilangnya seluruh keluarga mereka akibat banjir mematikan tersebut.
Usama Al Husadi, seorang pengemudi berusia 52 tahun yang sedang bekerja ketika bencana melanda, tidak dapat menemukan istri dan kelima anaknya setelah mencari kemana-mana. Telepon istrinya mati.
Sambil menangis, dia mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia kehilangan "setidaknya 50 anggota keluarga ayah saya… hilang dan meninggal".

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Getty Images
Wali Eddin Mohamed, seorang pekerja pabrik batu bata berusia 24 tahun, kehilangan 15 anggota keluarga dan sembilan temannya.
"Semuanya tersapu lembah menuju laut," katanya kepada Reuters.
"Semoga Tuhan mengampuni mereka dan menganugerahkan surga kepada mereka."

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Getty Images

Sumber gambar, Reuters
Foto-foto ini dilindungi hak cipta.









