Korea Utara: Tembakkan dua rudal balistik ke Korsel, apa yang perlu Anda ketahui tentang simulasi serangan nuklir Korut

Missiles from tactical nuclear operation unit of the western district of the Korean People's Army are launched at an undisclosed location in North Korea in this picture released by North Korea's Korean Central News Agency

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Media pemerintah Korea Utara merilis foto-foto uji coba rudal tersebut
    • Penulis, George Wright
    • Peranan, BBC News

Korea Utara mengatakan telah menembakkan dua rudal balistik jarak pendek untuk simulasi serangan nuklir terhadap sejumlah sasaran militer di Korea Selatan.

Media pemerintah mengatakan simulasi dilakukan sebagai peringatan terhadap pengerahan pesawat pengebom strategis AS ke wilayah tersebut.

Media Korea Selatan melaporkan rudal-rudal itu ditembakkan di lepas pantai timur pada sekitar tengah malam.

Peluncuran ini dilakukan saat Washington dan Seoul mengadakan latihan militer tahunan - yang selalu memprovokasi Korut.

Pyongyang sudah lama mengecam latihan gabungan tersebut sebagai persiapan AS untuk perang.

Militer Korea Utara mengatakan rudal-rudal ditembakkan pada hari Rabu (30/08) malam, dalam "latihan serangan nuklir taktis yang menyimulasikan serangan bumi hangus di pusat-pusat komando utama dan lapangan udara operasional" Korea Selatan.

"Latihan ini dimaksudkan untuk mengirim pesan yang jelas kepada musuh" yang "menantang kami dengan ancaman militer seperti pengerahan aset nuklir strategis meskipun sudah berulang kali kami peringatkan," kata militer.

Missiles from tactical nuclear operation unit of the western district of the Korean People's Army are launched at an undisclosed location in North Korea in this picture released by North Korea's Korean Central News Agency

Sumber gambar, Reuters

Kementerian unifikasi Korea Selatan mengecam keras langkah Pyongyang yang secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk menyerang Korea Selatan.

"Semakin Korea Utara terobsesi dengan ancaman dan provokasi militer, semakin ia akan menghadapi respons yang luar biasa dari Korea Selatan, AS, dan Jepang," kata seorang pejabat kementerian.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga mengkritik peluncuran tersebut, yang menurutnya tidak hanya mengancam perdamaian dan stabilitas Jepang, tetapi juga masyarakat internasional.

Korea Utara telah melakukan lebih banyak jumlah uji coba senjata tahun ini daripada tahun-tahun sebelumnya. Uji terbaru dilakukan sehari sebelum Korea Selatan dan AS mengakhiri 11 hari latihan militer Ulchi Freedom Shield.

Baca juga:

Latihan pertahanan itu melibatkan setidaknya satu pesawat pengebom strategis B-1B AS yang terbang di atas Semenanjung Korea, menurut media Korea Selatan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengamati latihan pada hari Selasa (29/08) dan mempersiapkan komandan puncaknya untuk perang habis-habisan dengan Korea Selatan, menurut media pemerintah.

Latihan tersebut menyimulasikan perlawanan terhadap invasi mendadak, kemudian meluncurkan serangan balik untuk menduduki "seluruh wilayah bagian selatan", kata lansiran tersebut.

Meskipun telah diberi sanksi oleh PBB, Kim Jong Un berulang kali berjanji untuk meningkatkan produksi hulu ledak nuklir Korea Utara dan mengembangkan senjata yang lebih kuat.

Tahun ini Pyongyang melanjutkan uji coba rutin rudal-rudalnya setelah meluncurkan begitu banyak pada tahun 2022 — termasuk yang mampu mencapai wilayah AS.

Dalam beberapa bulan terakhir, mereka juga berusaha, meskipun tidak berhasil, untuk meluncurkan dua satelit ruang angkasa.

Missiles from tactical nuclear operation unit of the western district of the Korean People's Army are launched at an undisclosed location in North Korea in this picture released by North Korea's Korean Central News Agency

Sumber gambar, Reuters

Sementara itu, AS menyatakan pada hari Rabu (30/08) bahwa Pyongyang sedang dalam negosiasi "aktif" dengan Rusia, kemungkinan mengenai kesepakatan senjata.

Bulan lalu, menteri pertahanan Rusia Sergei Shoigu diperlihatkan persenjataan Korea Utara ketika dia mengunjungi Pyongyang.

AS mengatakan Shoigu memanfaatkan perjalanan itu untuk berusaha meyakinkan Korea Utara agar menjual senjata dan amunisi kepadanya.

"Menyusul negosiasi ini, diskusi tingkat tinggi dapat berlanjut dalam beberapa bulan mendatang," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada wartawan, Rabu (31/08).

"Sekarang, di antara kesepakatan potensial ini, Rusia akan menerima jumlah yang signifikan dan berbagai jenis amunisi dari [Korea Utara], yang rencananya akan digunakan militer Rusia di Ukraina."

Pyongyang telah berulang kali menepis tuduhan bahwa mereka mengirim senjata ke Rusia untuk mendukung invasinya ke Ukraina.

Keterangan video, Media Korea Utara laporkan peluncuran rudal terbaru