Raja Charles III hadir di Parlemen Inggris untuk pertama kali sebagai raja, ikatan 'dengan mendiang mama sayang' ada di seluruh parlemen

King Charles III in Westminster Hall

Sumber gambar, PA Media

Raja Charles III telah menghadiri sidang di Parlemen Inggris untuk pertama kali pada Senin (12/09) sejak resmi ditetapkan sebagai raja menggantikan ibunya, Ratu Elizabeth II.

Raja baru dengan ditemani Permaisuri Camilla, mendengarkan berbagai ucapan belasungkawa dan penghormatan terhadap mendiang Ratu Elizabeth II.

Atas ucapan tersebut, Raja Charles membalasnya dalam pidato dengan mengatakan bahwa pertalian "dengan mendiang mama sayang" dapat dirasakan di seluruh parlemen.

Raja juga mengatakan dia merasakan bobot sejarah yang mengelilingi mereka di gedung parlemen.

"Parlemen adalah instrumen yang hidup dan bernafas dari demokrasi kita," katanya.

Pidato pertama di parlemen disampaikan dua hari sesudah dia ditetapkan sebagai raja secara resmi. Meskipun secara otomatis Charles menjadi raja begitu Ratu Elizabeth II wafat, dia ditetapkan sebagai raja secara resmi dalam upacara khusus pada Sabtu (10/09), sehari setelah menyampaikan pidato berisi ungkapan duka, kehilangan dan terima kasih kepada 'Mama sayang' atas cinta dan pengabdiannya.

Raja Charles III

Sumber gambar, PA Media

Keterangan gambar, Raja Charles III menyebut kematian Ratu sebagai "kehilangan yang tidak tergantikan".

Acara ini dihadiri oleh anggota Dewan Penasihat (sekelompok politikus senior yang secara resmi menasihati raja), dan dibagi menjadi dua bagian, dan Charles hanya hadir untuk yang kedua.

Terompet mengawali prosesi penetapan raja baru.
Keterangan gambar, Tiupan terompet mengawali prosesi penetapan raja baru.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah kerajaan Inggris, upacara penetapan raja disiarkan lewat televisi.

Bagian pertama adalah pengumuman resmi bahwa Ratu dinyatakan meninggal, nama raja baru dibacakan, sebuah dokumen ditandatangani, dan dibacakan dari balkon - dokumen sama akan dibacakan di Belfast, Cardiff dan Edinburgh.

Pada bagian kedua prosesi ini, Raja Charles menyampaikan pernyataan pribadinya, yang diawali dengan mengumumkan secara resmi di hadapan Dewan Penasihat kematian "ibu tercinta, Baginda Ratu".

"Seluruh dunia bersimpati bersama saya dalam menghadapi kehilangan menyedihkan yang kita rasakan bersama-sama," ucap Raja Charles III dalam pidatonya sebelum penandatanganan dokumen.

"Ibu saya telah memberikan contoh pengabdian dan cinta yang tidak egois sepanjang hidup," lanjutnya.

"Takhta ibu saya tidak ada bandingannya dalam hal waktu, dedikasi, dan pengabdian. Bahkan ketika kita berduka, kita berterima kasih atas pengabdian hidupnya."

Raja Charles III

Sumber gambar, PA Media

Keterangan gambar, Prosesi juga dihadiri oleh penerus takhta Pangeran William dan Permaisuri Camilla.

Raja Charles juga mengaku "menyadari warisan ini" dan berkata "tugas dan tanggung jawab besar ini sekarang diberikan kepada saya."

Tak lupa, Raja Charles mengucapkan terima kasih kepada Permaisuri Camilla. "Saya sangat berterima kasih atas dukungan tak habis-habisnya dari istri saya tercinta."

Usai pidatonya, Raja Charles menandatangani sumpah yang baru saja dideklarasikannya di hadapan Dewan Penasihat.

Raja Charles III

Sumber gambar, PA Media

Keterangan gambar, Raja Charles III menandatangani sumpah yang baru saja dideklarasikannya.

Dalam prosesi ini juga, William kini resmi bergelar Prince of Wales, dan Camilla sebagai Queen Consort.

Penobatan Raja Charles III mungkin baru akan berlangsung berbulan-bulan mendatang. Penobatan Ratu Elizabeth II diadakan 16 bulan setelah kematian ayahnya. Penobatan Ratu Elizabeth diadakan pada Juni 1953.

Enam mantan Perdana Menteri Inggris, Sir John Major, Tony Blair, Gordon Brown, David Cameron, Theresa May dan Boris Johnson menghadiri upacara penetapan raja baru.

Upacara penetapan raja baru dihadiri oleh para mantan perdana menteri Inggris.

Sumber gambar, PA Media

Keterangan gambar, Upacara penetapan raja baru dihadiri oleh para mantan perdana menteri Inggris.

Inspirasi dari 'Mama tersayang'

Keterangan video, Terima kasih untuk "Mama sayang."

Sebelumnya, Raja Charles III, menyampaikan pidato pertama sejak wafatnya ibunya, Ratu Elizabeth II dengan mengatakan dia berbicara atas nama seluruh keluarga kerajaan yang merasakan duka mendalam.

"Sepanjang hidupnya, Yang Mulia Ratu - ibu saya tercinta - merupakan inspirasi dan contoh bagi saya dan seluruh keluarga saya.

"Kami sangat berhutang kepadanya, sebagaimana biasanya keluarga berhutang kepada ibu mereka, atas cintanya, kasihnya, petunjuk, pengertian dan contoh yang diberikan."

Raja selanjutnya berjanji untuk menunaikan tugas dengan rasa menghargai, menghormati dan cinta.

Raja baru menutup pidatonya dengan kata-kata:

"Dan kepada Mama sayang, ketika Mama menempuh perjalanan besar terakhir untuk bergabung dengan mendiang Papa sayang, saya hanya ingin mengatakan ini: terima kasih.

"Terima kasih atas cinta dan pengabdian kepada keluarga dan keluarga bangsa-bangsa yang selalu dilayani selama bertahun-tahun.

Pidato Raja disiarkan di televisi dan juga disiarkan dalam acara mengenang mendiang Ratu di Katedral St Paul, London. Dua ribu tempat duduk di katedral tersebut disediakan bagi anggota masyarakat biasa.

Raja Charles III

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Raja Charles III disambut warga yang menunggu kedatangannya dan meletakkan karangan bunga di depan Istana Buckingham, London.

Sebelum menyampaikan pidato, Raja Charles III, menemui kerumunan massa di depan Istana Buckingham, London pada Jumat sore (09/09) sekembalinya dari Kastil Balmoral, Skotlandia, tempat ibunya, Ratu Elizabeth II wafat.

Didampingi istrinya, Permaisuri Camilla, Raja Charles berjabat tangan dengan sejumlah warga yang menunggu di depan istana, sebelum masuk ke Istana Buckingham untuk pertama kalinya sebagai raja.

Dari kerumunan orang terdengar nyanyian God Save the King yang telah diubah dari God Save the Queen, salah satu bait lagu kebangsaan Inggris.

Raja Charles memberikan pidato pertamanya Jumat ini sebelum ditetapkan sebagai Raja pada Sabtu (10/09), walaupun ia secara otomatis menjadi pemegang takhta begitu Ratu meninggal.

Baca juga:

Raja Charles dan Ratu Camilla

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Raja Charles dan Ratu Camilla melihat tumpukan karangan bunga dan pesan untuk mendiang ibunya.
Raja Charles III di Istana Buckingham, London.
Keterangan gambar, Raja Charles III disambut hangat oleh warga yang telah lama mengantre menunggu kedatangannya.

Raja baru mendapat sambutan hangat oleh warga yang menunggu di sepanjang jalan menuju pintu gerbang istana, bahkan mendapat ciuman dari seorang perempuan.

Kehadiran Raja Charles di Istana Buckingham yang terletak di pusat kota London merupakan momen simbolis, lapor wartawan BBC urusan kerajaan, Nicholas Witchell. Buckingham adalah markas besar monarki Inggris.

Selama ini raja diketahui tidak begitu senang tinggal di Istana Buckingham dan memilih tinggal di Clarence House. Namun dengan menjadi raja maka dia diperkirakan akan berpindah ke istana tersebut.

Kedatangan raja di London menandai permulaan dari hari-hari mendatang yang sulit. "Dia telah kehilangan ibunya, tetapi pada saat bersamaan dia dituntut menghadapi publik, baik secara langsung maupun lewat televisi," lapor wartawan BBC, Sean Coughlan.

PM Liz Truss di Istana Buckingham

Sumber gambar, BBC

Keterangan gambar, PM Liz Truss ketika tiba di Istana Buckingham pada Jumat petang (09/09).

Sebagai raja baru menyusul wafatnya Ratu Elizabeth II, Raja Charles telah bertemu dengan perdana menteri baru, Liz Truss. Truss, yang diangkat oleh mendiang Ratu pada Selasa, beraudiensi dengan Raja selama sekitar 30 menit.