Rusia: Makna logo baru resto cepat saji bekas McDonald's

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Annabelle Liang
- Peranan, Reporter bisnis
Waralaba makanan cepat saji Rusia yang sebelumnya menyandang nama McDonald's di negara itu mengungkap logo barunya menjelang pembukaan kembali restorannya pada hari Minggu (11/06).
Logo baru itu menampilkan sebuah lingkaran dan dua garis, yang disebut mewakili burger dan dua kentang goreng.
Perusahaan belum mengungkapkan nama waralaba baru tersebut, meskipun mereka kabarnya sudah mempertimbangkan sejumlah opsi.
Pada bulan Mei, McDonald's mengatakan akan menarik diri dari Rusia karena perang di Ukraina.
Baca juga:
Pengungkapan logo ini dilakukan menjelang pembukaan kembali 15 restoran akhir pekan ini, menurut kantor berita pemerintah Rusia TASS, yang mengutip Sistema PBO, perusahaan yang mengelola bisnis yang sebelumnya dimiliki oleh McDonald's.
"Latar belakang hijau pada logo melambangkan kualitas produk dan layanan sudah biasa didapatkan para tamu kami," kata juru bicara Sistema PBO kepada TASS.
Banyak warganet di media sosial berkomentar bahwa logo baru itu masih kelihatan seperti huruf "M".

Sumber gambar, Reuters
Lainnya mengatakan logo baru itu sepertinya terinspirasi oleh bendera Bangladesh, yang juga menggunakan latar belakang hijau tua dan lingkaran merah dengan corak yang mirip dengan logo tersebut.
Menurut surat kabar Izvestia, Sistema PBO telah menyerahkan delapan nama potensial untuk waralaba baru ini ke Rospatent, lembaga pemerintah Rusia yang bertanggung jawab atas kekayaan intelektual.
Laporan tersebut mengatakan nama-nama yang dipertimbangkan termasuk "Tot Samyi", yang diterjemahkan menjadi "yang sama" dan "Svobodnaya Kassa" yang berarti "mesin kasir kosong".
McDonald's, Sistema PBO dan Rospatent tidak segera menanggapi permintaan komentar BBC.

Sumber gambar, Getty Images
McDonald's menghentikan sementara bisnisnya di Rusia pada Bulan Maret, kurang dari dua minggu setelah negara itu menginvasi Ukraina.
Bulan lalu, mereka mengumumkan bahwa mereka akan menarik diri dari Rusia karena "krisis kemanusiaan" dan "lingkungan operasi yang tidak dapat diprediksi" yang disebabkan oleh perang.
Alexander Govor, yang mengoperasikan 25 restoran McDonald's di Siberia, disebutkan akan mengambil alih restoran perusahaan itu.
Menurut kesepakatan, McDonald's mengatakan akan mempertahankan merek dagangnya di Rusia. Mereka juga punya opsi untuk membeli kembali restorannya dalam waktu 15 tahun.
Sebelum mengumumkan bahwa mereka meninggalkan Rusia, McDonald's telah beroperasi di negara itu selama lebih dari 30 tahun.
Raksasa makanan cepat saji itu membuka restoran Rusia pertamanya di Moskow pada Januari 1990.
Toko pertama di Pushkin Square didatangi ratusan pelanggan yang mengantre di luarnya - dengan banyak orang rela menunggu berjam-jam demi mencicipi burger Amerika yang terkenal.
Peristiwa tersebut dipandang sebagai momen kunci dalam pembukaan ekonomi Uni Soviet saat Perang Dingin mendekati akhirnya.













