BTS Meal McD: Kerumunan, penutupan gerai, donasi hingga dijual jutaan Rupiah, fenomena apa yang terjadi?

bts

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar, Para pengemudi ojek online mengantre untuk membeli BTS Meal di restoran McDonald's cabang Bogor, Jawa Barat.
Waktu membaca: 6 menit

Penjualan paket makanan BTS Meal oleh perusahaan makanan cepat saji McDonald's atau McD yang bekerja sama dengan grup idola asal Korea Selatan, Bangtan Boys alias BTS menimbulkan fenomena sosial di masyarakat.

Mulai dari kerumuman di tengah pandemi virus corona yang berimplikasi pada penutupan puluhan gerai, dan juga peningkatan harga bungkus makanan itu menjadi jutaan Rupiah di aplikasi jual beli online.

Namun di sisi lain, muncul gerakan donasi dari para fans BTS untuk pengemudi ojek online yang mengantri berjam-jam untuk mendapatkan makanan tersebut.

Paket yang dirilis Rabu (09/06) kemarin mulai pukul 11.00 WIB hingga satu bulan ke depan dan dibandrol dengan harga Rp50 ribuan ini terdiri dari sembilan potong McNugget, satu gelas minuman ukuran medium, kentang goreng medium, dan dua saus spesial yaitu Chili Sweet Sauce dan Cajun Sauce.

Baca juga:

Yang menjadi incaran para pengemar BTS yang disebut ARMY Indonesia dalam BTS Meal adalah bungkusnya yang berwarna ungu dan tertulis logo BTS.

Banjir pesanan, 'mengantri hingga berjam-jam'

bts

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Para pengemudi ojek online harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan menu kolaborasi dengan grup idola Korsel, BTS.

Para pengemudi ojek online berkerumun di gerai McD di beberapa lokasi pada Rabu (09/06) lalu.

Mereka mengaku harus mengantri berjam-jam demi memperoleh menu yang dipesan oleh pelanggannya, yaitu BTS Meal. Bahkan, ada pula yang berbalik dengan tangan hampa karena paketnya habis atau gerainya ditutup.

Abu Rafif, seorang pengemudi ojek online di Jakarta, mengatakan dirinya harus menunggu antrean sampai lebih dari dua jam untuk mengambil pesanan penggemar BTS di McDonalds Artha Gading, Jakarta Utara, Rabu (09/06).

"Mengantre dari jam 11.00 baru sekarang (13.13 WIB) dapatnya, rugi waktu dua jam soalnya," kata Abu saat ditemui wartawan Tempo.

Di Jakarta Pusat, seorang pengemudi ojek online bernama Andri (30) sempat mengantre di gerai McDonald's hingga 2,5 jam.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

"Tadi di Rawamangun sampai 2,5 jam, sampai Satpol PP ada. Karena kerumunan gini, kan," ujar Andri, kepada Detik.com.

Cerita Bagyo lain lagi. Pengemudi ojek online di Kota Solo, Jawa Tengah, ini sudah satu jam menunggu menu BTS Meals. Tiba-tiba anggota TNI-Polri dan Satpol PP datang membubarkan antrean.

"Saya menunggu pesanan sudah satu jam lebih dan tidak kunjung dibuatkan. Tiba-tiba disuruh bubar polisi akibat banyak pembeli berkerumun," kata Bagyo kepada Suara.com.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Puluhan gerai McD ditutup

Kerumunan tersebut menyebabkan puluhan gerai McD di Indonesia ditutup untuk sementara waktu.

Dilansir dari beberapa media, di Jakarta terdapat 20 gerai ditutup sementara dan 12 diberi sanksi tertulis.

Di Semarang, Jawa Tengah, empat gerai McD tutup, lalu tiga gerai ditutup di masing-masing Kota Bandung, Jawa Barat dan Kota Surabaya, Jawa Timur, serta wilayah lainnya.

bts

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Pekerja gerai makanan siap saji Mc Donalds membersihkan halaman samping yang terpasang garis polisi di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (09/06)). Satgas COVID-19 Kota Pekanbaru menyegel untuk sementara gerai McDonald's tersebut karena adanya penjualan paket BTS Meal yang mengakibatkan terjadinya kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengaku bahwa pihaknya sudah menyegel lima restoran McDonald's yang ada di Jakarta Pusat karena timbulnya kerumunan.

"Sudah ada beberapa tempat yang ditindak, di Jakarta Pusat ada lima lokasi. Itu ditindak ditutup 1 kali 24 jam sesuai ketentuan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Arifin, kepada sejumlah wartawan.

satpol pp makassar

Sumber gambar, Satpol PP Makassar

Keterangan gambar, Restoran McDonald's cabang AP Pettarani Makassar dijaga oleh Satpol PP kota tersebut, pada Rabu (09/06).

Kepolisian Polda Metro Jaya berencana memanggil pengelola McD atas kerumunan yang terjadi.

Satpol PP Kota Depok juga menutup dan menyegel restoran McDonald's di City Plaza yang berada di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (09/06).

Aparat Kota Semarang, Jawa Tengah, juga menempuh langkah serupa.

"Kami menutup untuk sementara empat dari enam gerai McDonald's di Semarang selama beberapa hari," kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, kepada kantor berita AFP.

Donasi untuk pengemudi ojol

Di balik hal tersebut, muncul juga gerakan sosial untuk para pengemudi ojek online (ojol).

ARMY Indonesia mengajak pengemar BTS untuk berdonasi kepada pengemudi yang membeli dan mengantarkan BTS Meal. Total yang terkumpul mencapai Rp235 juta dalam waktu dua hari, Selasa (08/06) lalu.

Hentikan X pesan, 3
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 3

"Kali ini, mari kita berbagi untuk para driver ojol. Soalnya, mereka bakal jadi pahlawan kita untuk memesan BTS Meal. Para ojol akan mendedikasikan waktunya untuk nunggu dan antar makanan spesial itu langsung ke rumah para ARMY," tulis Army Indonesia yang menggalang dana melalui kitabisa.com.

Mengapa BTS Meal menjadi incaran?

Seorang pengemar BTS dari Bandung, Nona Adenan mengatakan kehadiran BTS Meal mendekatkan dan menjawab kerinduan dirinya dengan idolanya di tengah pandemi virus corona yang membatasi jarak.

"Penting buat saya pribadi karena berasa didatangi sama BTS dengan kehadiran BTS Meal di Indonesia, sedih rasanya kalau tidak bisa dapat," kata Nona yang memesan dua paket BTS Meal menggunakan jasa antar McD.

Hentikan X pesan, 4
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 4

Nona yang mengkoleksi beragam hal terkait dengan BTS menyayangkan terjadinya kerumunan hingga penutupan gerai McD.

"Seharusnya bisa dihindari dengan McD dari awal sudah membatasi penjualan harian, misalnya 50 paket sehari, jadi 10 untuk drive thru, 10 Mac delivery, lalu bagi-bagi untuk ojek online, mungkin kerumunannya tidak akan terjadi separah ini," kata Nona.

Rasa antusiasme tinggi juga diungkapkan penggemar BTS lainnya, Dwi Wulan Juni Tara karena takut ketinggalan.

"Kalau kita, pertama FOMO (fear of missing out atau takut ketinggalan) banget. Kedua, karena kita suka jadi apapun yang berhubungan sama idola tidak boleh kelewatan dan harus punya," kata Wulan.

Apalagi, tambah Wulan, BTS Meal hadir dengan warna ungu yang menjadi warna kegemaran BTS dan bertepatan dengan hari ulang tahun ke-8 pada 13 Juni mendatang.

"Jadi packing-nya special, momennya juga special," kata Wulan.

Hal senada juga diungkapkan Nadisa Lailatul Rahmi, "ini tuh kayak pride, bisa dapat di hari pertama, tepat jam 11," katanya.

Terkait dengan kerumunan yang terjadi, Nadisa berharap McD dapat mengatur dan membatasi pesanan ke depannya.

Harga melambung tinggi

Besarnya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan BTS Meal ini juga menyebabkan harga melambung tinggi.

Di aplikasi jual beli online, BTS Meal dijual dari harga Rp50 ribuan, mencapai ratusan ribu, hingga jutaan Rupiah.

Beberapa akun di Tokopedia menjual BTS Meal McD seharga Rp1 juta dan Rp1,5 juta.

Sumber gambar, Tokopedia

Keterangan gambar, Beberapa akun di Tokopedia menjual BTS Meal McD seharga Rp1 juta dan Rp1,5 juta.

Seperti dari aplikasi Tokopedia, beberapa akun menjual BTS Meal McD seharga Rp1 juta dan Rp1,5 juta.

Fenomena serupa juga terjadi di Malaysia di mana antrean panjang terjadi hingga beberapa akun menjual bungkus BTS Meal dengan harga yang tinggi.

Bagaimana respons McDonald's?

Untuk mengantisipasi antrean drive thru dan pembelian delivery saat ini, McDonald's Indonesia memberlakukan buka-tutup order pada platform pemesanan online.

bts

Sumber gambar, Antara Foto

Keterangan gambar, Seorang pengemudi ojek daring mengantre untuk mengambil pesanan di gerai McDonald's Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021).

"Penutupan dilakukan untuk sementara waktu, demi menghindari kerumunan antrian drive thru dan pembelian delivery. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Associate Director McDonald's Indonesia, Sutji Lantika.

Sutji menghimbau seluruh pihak untuk menjaga dan menaati protokol kesehatan sesuai aturan.

"Keselamatan dan keamanan konsumen dan pelanggan adalah prioritas McDonald's Indonesia," lanjutnya.

Ditambahkannya, BTS Meal tidak hanya tersedia pada Rabu (09/06), "melainkan selama sebulan ke depan".

"… sehingga kepada seluruh pelanggan tidak perlu tergesa dan khawatir akan kehabisan produk ini," kata Sutji melalui keterangan tertulis.

Fenomena apa yang terjadi?

Pengamat sosial vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menyebut terdapat tiga aspek untuk melihat fenomena BTS Meal, yaitu antrian panjang, obsesi akan produk dan apresiasi para fans terhadap ojek online.

"Antrian panjang fenomena alamiah ketika suatu produk budaya diincar oleh pengemarnya, menjadi menarik ketika terjadi di masa pandemi, sehingga harusnya sudah diantisipasi terlebih dahulu apalagi Fandom BTS Indonesia salah satu terbesar di dunia," kata Devie.

Kemudian, melonjaknya pesanan hingga harga terhadap BTS Meal tidak lepas dari obsesi para pengemar terhadap produk yang menjadi perpanjangan tangan idolanya.

"Ini adalah katalis dari perasaan dan pengalaman mereka yang diekspresikan dalam kepemilikan produk. Tapi yang membedakan, fans Korea ini jauh lebih tertib karena manajemen artis yang baik dan ingin menjaga citra idolanya tetap baik," ujarnya.

Sikap tertib tersebut menciptakan apresiasi dari para fans kepada sarana yang menghubungkan diri mereka ke idolanya, seperti ojek online.

"Fandom ini memberikan makanan, tips hingga Rp150 ribu kepada ojol yang membantu dan wakil mereka mendapatkan produk itu. Bahkan muncul donasi untuk para ojek online," tambahnya.

Menu BTS Meals terdiri dari sembilan potong nugget, satu gelas minuman ukuran medium, kentang goreng medium, dan dua saus spesial yaitu Chili Sweet Sauce dan Cajun Sauce. Menu ini dibanderol dengan harga Rp50.000.

Selain saus spesial yang baru muncul di Indonesia, pembeli BTS Meal berhak mendapatkan kantong kertas dengan logo McD dan BTS, tempat minum, dan McNugget berlambang BTS.

Menu ini tersedia di 50 negara termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Oleh sejumlah pihak, kantong kertas berlogo BTS ini dijual secara online dengan harga hingga ratusan ribu rupiah.