Invasi Rusia ke Ukraina: Penyebutan nama ibu kota Kyiv atau Kiev, dan mengapa itu penting?

Sumber gambar, AFP via Getty Images
Bagaimana sebenarnya penyebutan dan penulisan nama ibu kota Ukraina, Kyiv atau Kiev? Bagi masyarakat Ukraina ini sangat penting karena simbol dari budaya, bahasa dan sikap politik.
Ukraina menjadi perhatian dunia setelah Rusia menginvasi negara tersebut sejak Kamis lalu (24/02).
Hampir sepekan berlalu, berdasarkan gambar satelit terbaru, konvoi besar kendaraan lapis baja Rusia, seperti tank, artileri dan unit logistik tengah menuju ke ibu kota Kyiv, dan kota lainnya seperti Kharkiv dan Chernihiv, juga terus menghadapi gempuran militer Rusia.
PBB menyebut lebih dari 500.000 orang Ukraina telah mengungsi ke negara tetangga, dan ribuan tentara dari kedua pihak meninggal dunia.
Baca juga:
Di balik situasi ini, reporter BBC, Lyse Doucet dan Rich Preston menyoroti penyebutan dan makna di balik nama ibu kota Kyiv atau Kiev.
Lyse Doucet mengatakan, masih banyak orang yang menyebut ibu kota Ukraina sebagai Kiev. Dan, setiap kali orang Ukraina mendengar, mereka kerap kali merevisi hal tersebut.
"Bukan, bukan. Itu cara Rusia (Kiev). Tolong baca dengan cara Ukraina, Kyiv," kata Doucet.
Doucet menambahkan, orang Ukraina menjelaskan Kyiv merepresentasikan bahasa, dan budaya Ukraina.
"Secara khusus juga menegaskan posisi pro-Eropa dan rasanya seperti bagian dalam kota-kota Eropa," ujarnya.

Sumber gambar, Reuters
Keinginan untuk menjadi bagian dari Eropa, kata Doucet terlihat pada jajak pendapat dalam negeri Ukraina tahun 2014.
"Sejak Rusia menganeksasi (mengambil wilayah secara paksa) semenanjung Krimea tahun 2014 dan mengerahkan pasukannya ke wilayah timur Ukraina, ini menjadi boomerang, bahwa Ukraina menjadi lebih ingin bergabung dengan aliansi NATO dan merasa menjadi bagian dari Eropa," katanya.
Reporter senior BBC Rich Preston menambahkan, Unit Pengucapan BBC telah menyarankan pengubahaan ejaan Kiev menjadi Kyiv sejak tahun 2019.
Dilansir dari The Guardian, orang Ukraina menyebut ibu kota mereka "Kyiv" (ki-yiv), ejaan dari aksara Kiril Ukraina, Київ.
Sedangkan versi Rusia adalah "Kiev" (ki-yev), ejaan dari aksara Kiril Rusia Киев.
Rusia dan Ukraina memiliki akar yang sama, yaitu dari bahasa Slavonik timur (berbeda dengan bahasa Slavonik barat seperti Polandia, dan bahasa Slavonik selatan seperti Bulgaria).
"Mereka semua berasal dari akar yang sama, tetapi kemudian berbeda dalam perkembangan bahasanya," kata Monica White, profesor dalam studi Rusia dan Slavonik di Universitas Nottingham.
Penulisan Kiev diperkenalkan dan diakui secara internasional pada periode kepemimpinan Uni Soviet.

Rusia menyerang Ukraina:
- Perkembangan terakhir: Pasukan Rusia masuk ibu kota Ukraina, PBB ungkap puluhan korban sipil
- Latar belakang: Mengapa Putin menginvasi Ukraina?
- Dalam peta: Ukraina diserang: Invasi Rusia dalam peta
- Kondisi WNI: Puluhan WNI dievakuasi dari Kyiv di Ukraina ke Romania

Namun dalam perkembangannya, sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet tahun 1991, pemerintah Ukraina mulai memperkenalkan nama Kyiv.
Pemerintah Ukraina pun pernah mengkampanyekan nama ibu kotanya guna mendapat pengakuan internasional, bahkan muncul tagar yang popule di Twitter, #KyivNotKiev.

Bagi Ukraina, penulisan dan penyebutan Kyiv adalah representasi dari kemerdekaan, kebebasaan, dan identitas.
"Banyak orang Ukraina melihat ini sebagai tanda penghormatan terhadap bahasa dan identitas mereka," kata Andrii Smytsniuk, guru bahasa Ukraina di Universitas Cambridge.










