Boeing 737 Max akan diizinkan terbang di Indonesia setelah ada izin kembali beroperasi

Grounded Boeing 737 Max aircraft are seen parked at Boeing facilities at Grant County International Airport in Moses Lake, Washington, US on 17 November, 2020

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pesawat Boeing 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 hingga November 2020.

Indonesia akan mengizinkan Boeing 737 Max terbang kembali setelah melalui sejumlah tahapan termasuk dikeluarkannya izin untuk kembali beroperasi oleh regulator penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration, (FAA).

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan hal itu ketika ditanya kapan pesawat Boeing jenis itu dapat terbang kembali, setelah diizinkan di Brasil.

Pesawat Boeing 737 Max dilarang terbang di seluruh dunia sejak Maret 2019, menyusul dua kecelakaan mematikan yang menewaskan 346 orang di Indonesia dan Ethiopia.

"Indonesia akan mengizinkan B737 Max terbang kembali setelah FAA mengeluarkan Return to Service(izin operasi kembali, RTS) dan operator Indonesia mengerjakan perintah kelaikan terbang, Airworthiness Directives, (AD) atau modifikasi terkait MCAS," kata Adita.

"Selain itu juga sudah melaksanakan pelatihan pilot dan simulator terkait modifikasi tersebut," tambahnya.

Dalam laporan FAA September lalu, disebutkan bahwa Boeing gagal membagikan informasi tentang sistem keamanan utama, yang disebut MCAS, yang dirancang untuk secara otomatis mengantisipasi kecenderungan 737 Max untuk mengarah ke atas. Boeing bersalah karena "menyembunyikan keberadaan MCAS dari para pilot 737".

Sisetem MCAS adalah sebuah perangkat lunak yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan Lion Air dan Ethiopean Airlines.

Maskapai penerbangan domestik bertarif rendah yang berbasis di Brasil, GOL Linhas Aéreas Inteligentes, menjadi maskapai pertama yang menerbangkan kembali pesawat Boeing 737 Max, setelah 20 bulan dilarang terbang.

Usai menjalani perbaikan, pesawat penumpang itu melakukan penerbangan perdana dari bandara São Paulo di Brasil menuju kota Porto Alegre pada Rabu (09/12).

Maskapai GOL sebelumnya mengatakan bahwa 140 pilotnya telah menjalani pelatihan di pesawat yang diperbaiki di AS.

Sejauh ini, baru otoritas penerbangan di AS dan Brasil yang telah melakukan sertifikasi ulang pesawat itu tersebut.

Di Indonesia, beberapa kerabat korban penerbangan Lion Air mengatakan izin diberikan lebih cepat daripada kompensasi yang diterima, menurut laporan kantor berita Reuters.

Maskapai yang mengoperasikan Boeing 737 Max 8

'Keselamatan utama dan terpenting'

GOL, maskapai penerbangan domestik terbesar di Brasil, memiliki tujuh pesawat Boeing 737 Max yang rencananya akan digunakan pada 27 penerbangan domestik komersial.

Produsen pesawat, Boeing, telah menerapkan serangkaian modifikasi termasuk memperbarui perangkat lunak kontrol penerbangan, merevisi prosedur awak, dan mengubah rute kabel internal.

Wakil presiden operasi maskapai Gol, Celso Ferrer, mengatakan dia memiliki kepercayaan penuh pada keselamatan pesawat setelah modifikasi tersebut.

boeing

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Boeing masih memproduksi pesawat 737 Max.

"Selama 20 bulan terakhir, kami telah melakukan tinjauan keselamatan paling intensif dalam sejarah penerbangan komersial. Keselamatan menjadi yang utama dan terpenting," tulisnya dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa penumpang dapat melakukan penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan jika mereka tidak ingin bepergian dengan Boeing 737 Max.

"Mereka akan dapat menjadwal ulang perjalanan tanpa biaya atau perbedaan tarif, dengan keberangkatan dan tujuan yang sama, dalam masa berlaku tiket, yaitu 12 bulan sejak tanggal pembelian," kata juru bicara itu.

Selain menjadi maskapai penerbangan komersial pertama yang menggunakan Boeing 737 Max untuk rute komersial, GOL juga mengonfirmasi telah memesan 95 pesawat 737 Max.

boeing, dana

Sumber gambar, Getty Images

Kompensasi kepada keluarga belum tuntas

Boeing terpaksa menghentikan layanan 737 Max setelah dua kecelakaan terjadi dalam waktu lima bulan yang menewaskan 346 orang, termasuk kecelakaan pesawat Boeing 737 Max milik maskapai Lion Air di perairan Karawang pada 2018 lalu.

Sebanyak 189 orang tewas dalam kecelakaan pesawat itu.

Kantor berita Reuters melaporkan beberapa kerabat korban kecelakaan Boeing 737 MAX di Indonesia mengecam keputusan otoritas penerbangan AS yang mengizinkan pesawat itu terbang kembali, dengan mengatakan langkah itu dilakukan terlalu cepat.

lion air

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 menabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat, pada 6 November 2018.

"Pihak berwenang AS seharusnya tidak mencabut perintah pelarangan terbang secepat ini," kata Aris Sugiono, yang kehilangan saudara perempuan dan saudara iparnya dalam kecelakaan itu.

"Mereka harus mempertimbangkan perasaan keluarga korban," ujarnya pada kepada kantor berita Reuters.

"Mengapa izin penerbangan diberikan sementara urusan [kompensasi] keluarga korban belum tuntas?" tanya Latief Nurbana, seorang pegawai negeri sipil yang kehilangan putranya yang berusia 24 tahun.

Dia mengatakan pembayaran kompensasi dan pengaturan dengan Boeing Community Investment Fund (BCIF) masih belum diselesaikan.

Situs BCIF mengatakan bahwa distribusi dana untuk memberikan dukungan filantropis kepada komunitas yang terkena dampak kecelakaan akan selesai pada 15 Januari 2021.

Adapun Kementerian Perhubungan membuka peluang Boeing 737 MAX untuk kembali menerbangi langit Indonesia, usai FAA memberikan izin pesawat tersebut untuk beroperasi lagi.

Namun, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan masih terdapat sejumlah langkah signifikan yang harus ditempuh.

"Untuk bisa diterbangkan, kami akan melakukan kegiatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tidak serta-merta langsung bisa digunakan setelah FAA menyatakan layak terbang," tutur Novie dalam konferensi pers yang dihelat secara virtual, Kamis 19 November 2020.