Joe Biden terpilih sebagai presiden, pendukung bersukacita, kubu Donald Trump klaim 'pemilu belum usai'

Sumber gambar, Reuters
Begitu Joe Biden diproyeksikan mengalahkan Donald Trump di pemilu Amerika Serikat 2020, para pendukungnya di seantero negeri merayakannya dengan turun ke jalan, meluapkan kegembiraan.
Beberapa di antaranya membawa poster yang berbunyi "Trump is over", waktu bagi Trump telah usai.
Sementara seorang perempuan, membawa poster dengan tulisan tangan, "Amazing things happen in Philadelphia", hal-hal yang luar biasa terjadi di Philadelphia.
Poster ini mengacu ke suara di Pennsylvania, negara bagian di mana Philadelphia berada, yang menentukan kemenangan Biden. Suara elektoral sebanyak 20 di negara bagian itu membuat Biden melewati the magic number (nomor sakti) jumlah minimal 270 untuk melenggang ke Gedung Putih.
Kemenangan di negara bagian ini membuat suara elektoral Biden menjadi 273.
Tidak berapa lama kemudian, Biden juga diproyeksikan menang di negara bagian Nevada dengan enam suara elektoral.
Di dua negara bagian lain, Arizona dan Georgia, Biden juga diperkirakan akan mendulang suara elektoral.
Pemilihan presiden di Amerika Serikat ditentukan oleh suara elektoral - suara yang ditentukan di setiap negara bagian berdasarkan jumlah penduduk - bukan jumlah pemilih langsung.

Sumber gambar, Reuters
Kemenangan Biden juga disambut gembira oleh pendukung asal Indonesia.
Mereka mengatakan sangat lega setelah Biden dipastikan menjadi presiden AS yang ke-46.
Menurut mereka, kebijakan Trump "otoriter". Mereka mengatakan "tak ingin hidup di bawah diktator, sekali saja".

Pada hari Sabtu (07/11) yang cerah di musim gugur, para pendukung Biden di sejumlah kota di AS mengangkat tangan dengan senyum mengembang.
Kepastian kemenangan akhirnya datang dari penghitungan suara di Pennsylvania, empat hari setelah hari pencoblosan hari Selasa (03/11).

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Para pendukung Biden di Washington DC kepada BBC mengatakan, "Puji Tuhan, [masa kepresidenan] Donald Trump selesai."
Keberhasilan Biden di pilpres melewati perjalanan yang panjang. Ia dua kali mencoba, yaitu pada 1987 dan 2008.

Sumber gambar, Getty Images
Sementara itu, para pendukung Trump, mengambil sikap sama dengan Trump.
Bagi mereka, pilpres belum selesai.
Taylor Golden di Texas misalnya mengatakan, "Saya tidak percaya dengan hasilnya, Biden secara hukum belum bisa menjadi presiden. Saya yakin semuanya akan diselesaikan di Mahkamah Agung."
"Jika Biden benar-benar menang, empat tahun ke depan akan menjadi buruk. Hal itu akan menginspirasi saya sebagai pendukung Partai Republik untuk lebih terlibat dalam pemilihan berikutnya," tambah perempuan 35 tahun itu.

Sumber gambar, Getty Images
Pendukung Trump lainnya di New York, Gabriel Montalvo (21) menyatakan,"Tim kampanye Presiden Trump telah mengisyaratkan bahwa ia akan melakukan tindakan hukum yang tegas di berbagai negara bagian pada hari Senin.
Proses politik Amerika terus berlanjut dan yang terjadi adalah media memainkan perang psikologis untuk membuat Presiden Trump tampak seperti pecundang yang menyakitkan melalui pengadilan opini publik."
Sebelumnya Trump mengklaim "ada banyak kecurangan", namun ia tak menyodorkan bukti kecurangan yang dimaksud.

Sumber gambar, Reuters









