You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Virus corona: Panduan visual untuk mencermati penyebaran Covid-19
- Penulis, Tim Visual dan Jurnalisme Data
- Peranan, BBC News
Virus corona baru yang berasal dari China telah menginfeksi puluhan ribu warga China dan sudah menyebar ke lebih dari 60 negara. Sejauh ini jumlah korban meninggal dunia akibat Covid-19 telah melampaui angka 3.000.
Berikut sejumlah peta dan diagram yang membantu Anda memahami apa yang sedang terjadi.
1. Kasus-kasus baru Covid-19 menyebar cepat di luar China
Lebih dari 80.000 orang di China telah terinfeksi virus corona baru sejak virus tersebut ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada Desember 2019 lalu.
Mayoritas kasus awalnya berada di China, namun belakangan virus itu menyebar lebih cepat di luar negeri.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona baru telah menginfeksi sekitar 10.000 orang di luar China.
Akan tetapi, para pakar penyakit menular dari Imperial College London memperkirakan sekitar dua pertiga kasus yang berasal dari daratan China tidak terdeteksi di seantero dunia.
Ini bisa bermakna "beragam rantai penularan dari manusia ke manusia lain belum terlacak" secara global, kata para pakar tersebut.
Tiga wabah terbesar di luar China adalah di Korea Selatan dengan 5.000 kasus, di kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang, dengan lebih dari 700 kasus, serta Italia dengan 2.000 kasus.
Tanda-tanda bahwa virus ini menyebar semakin luas teridentifikasi ketika Qatar, Ekuador, Luksemburg, Irlandia, hingga Indonesia mengonfirmasi kasus pertama.
2. Korea Selatan adalah negara terpapar virus corona paling parah di luar China
Kelompok penular virus corona terbesar di Korea Selatan terkait dengan sebuah sekte di dekat Daegu, kota berpenduduk sekitar 2,5 juta orang.
Di Seoul, wali kota setempat mendesak 10 juta warganya untuk bekerja dari rumah dan menghindari kerumunan massa.
3. Rekor kasus terbanyak masih dipegang China
Jumlah keseluruhan kasus virus corona baru meningkat sejak Januari.
Dari 90.892 kasus di seluruh dunia, China mengidentifikasi lebih dari 80.000 kasus. Masih ada ribuan warga China lainnya yang kesehatannya dipantau.
Pemerintah pusat dan daerah telah menerapkan sejumlah aturan ketat untuk mengurangi jumlah orang yang terinfeksi, termasuk membatalkan sejumlah penerbangan, meliburkan sekolah dan kantor, serta memerintahkan pelarangan bepergian di berbagai kota.
Pihak berwenang juga menangguhkan sesi pertemuan tahunan anggota parlemen—Kongres Rakyat Nasional.
Provinsi Hubei—pusat wabah virus corona baru—tetap menjadi provinsi paling parah terpapar. Jumlah kasus virus tersebut berada di sana.
Hubei, ibu kota Provinsi Hubei yang berpenduduk 11 juta, telah ditutup sejak 23 Januari. Layanan transportasi ke dalam dan ke luar kota praktis dihentikan.
Asal-muasal virus corona baru dikaitkan dengan hewan-hewan liar yang diperdagangkan secara ilegal di pasar boga bahari Wuhan. Di tempat itu, beragam hewan, mulai dari kelelawar, hingga ular, diperjualbelikan.
Akan tetapi, sumber wabah hingga kini belum dapat dipastikan.
4. Jumlah penularan dan kematian akibat virus corona di China relatif rendah akhir-akhir ini
Jumlah kasus baru di China yang diumumkan akhir-akhir ini relatif rendah jika dibandingkan dengan angka pada awal hingga pertengahan Februari, berdasarkan statistik resmi.
Angka-angkanya bertahan pada posisi ratusan bukan ribuan selama lebih dari sepekan, setelah terjadi kenaikan drastis pada pertengahan Februari.
Para pejabat Provinsi Hubei dikritik atas cara penanganan mereka, seperti mengubah kriteria penghitungan jumlah kasus, yang menyebabkan kebingungan.
Pengubahan cara pasien didiagnosis pada pertengahan Februari menyebabkan kenaikan jumlah kasus terkonfirmasi untuk periode singkat. Namun, perubahan ini kemudian direvisi sehingga menimbulkan penurunan.
Jumlah kematian yang diumumkan setiap hari oleh pemerintah China terus merosot selama beberapa hari terakhir.
Seperti jumlah kasus terkonfirmasi, peningkatan angka kematian disebabkan perubahan kriteria diagnosa pada pertengahan Februari.
Wuhan tetap menjadi tempat mayoritas kasus baru dan kematian di China.
Grafik, data, dan elemen interaktif dibuat oleh tim jurnalis visual East Asia BBC News: Aghnia Adzkia, Arvin Supriyadi, Davies Surya, Leben Asa
.