Sidang pemakzulan: Trump catat sejarah sebagai presiden ketiga AS yang disidang

Sumber gambar, Getty Images
Hanya terjadi tiga kali dalam sejarah Amerika Serikat (AS), Presiden Trump menjalani sidang pemakzulan di Senat mulai Selasa (21/01) waktu setempat.
Ketika sidang pemakzulan dimulai, Trump berada di Davos menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Tim kuasa hukum Trump menyebut dakwaan pemakzulan tersebut sebagai "serangan berbahaya" terhadap demokrasi.
Secara teori, sidang dapat memuluskan jalan bagi pelengseran Trump dari kursi presiden.
Jika pelengseran benar terjadi maka itu akan sangat mengejutkan, tetapi yang jelas sebelum hasilnya diketahui nanti, kenyataan bahwa seorang presiden sedang menjalani sidang pemakzulan sudah signifikan.
1. Tuduhan seperti apa yang dihadapi Trump?
Presiden Trump menghadapi dua pasal pemakzulan, atau dakwaan.
Pertama, ia dituduh mencari bantuan dari pemerintah Ukraina untuk memuluskan upaya memenangkan pemilihan presiden untuk periode kedua pada bulan November nanti.

Sumber gambar, GIAN EHRENZELLER/EPA
Ia dituduh menangguhkan bantuan militer bernilai jutaan dolar kepada Ukraina dan menunda pertemuan presiden Ukraina di Gedung Putih padahal sebelumnya sudah diagendakan. Keduanya digunakan sebagai posisi tawar menawar.
Kedua, setelah Gedung Putih menolak mengizinkan staf memberikan kesaksian dalam sidang pemakzulan fase pertama tahun lalu, kubu Demokrat menuduh Trump menghalang-halangi Kongres.
2. Mengapa sidang pemakzulan digelar?
Inilah kronologinya:
Agustus 2019: Seorang pembocor informasi mengeluarkan tuduhan terhadap Presiden Trump
Oktober - Desember: Penyelidikan digelar, sidang diadakan di tingkat DPR
Desember: Anggota DPR AS dari partai Demokrat memilih untuk memakzulkan Trump
Januari 2020: Kasus ini dilimpahkan ke Senat (yang dikuasai oleh Partai Republik yang mendukung Trump). Di Senat inilah sidang pemakzulan dilangsungkan
3. Apa yang dicakup dalam sidang Senat?
Konstitusi AS tidak begitu tegas dalam menjabarkan pemakzulan. Namun terdapat aturan umum yang dibuat berdasarkan pemakzulan Presiden Andrew Johnson pada tahun 1868. Dalam kasus itu, presiden tidak sampai kehilangan posisinya.
Presiden lain yang menjalani sidang pemakzulan adalah Bill Clinton pada tahun 1999. Clinton juga selamat.

Sumber gambar, Stephanie Keith/Getty Images
Dua sosok punya tanggung jawab memutuskan bagaimana sidang dijalankan: Mitch McConnell, pemimpin kubu Republik di Senat, dan Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat.
McConnell mengupayakan agar sidang berlangsung singkat dan Trump dibebaskan dari dakwaan.
Ia juga menghendaki diadakan pemungutan suara tentang apakah bukti-bukti terhadap Trump perlu dibeberkan dalam sidang.
Mengenai hal ini, Schumer mengatakan McConnell berusaha mencegah bukti dibeberkan dalam sidang, dan mengatakan "rakyat Amerika Serikat akan melihat sendiri apa adanya".
Setidaknya dua pertiga dari seluruh anggota Senat harus mendukung pemberhentian presiden - jadi 67 dari 100 orang senator.
Namun karena hanya ada 47 senator Demokrat, maka kecil kemungkinan akan ada cukup suara untuk melengserkan Trump.
4. Apakah Presiden Trump akan memberikan kesaksian?
Trump bisa saja hadir di Senat AS, tetapi kemungkinan besar ia akan diwakili oleh pengacaranya, Cipollone dan Sekulow.
Dua pengacara itu bisa mencecar para saksi dan menyampaikan pernyataan pembuka dan penutup.
Trump menyebut penyelidikan dan sidang pemakzulan sebagai "perburuan tukang sihir", atau mencari-cari kesalahan, upaya yang dilakukan Partai Demokrat dan juga sejumlah media.
5. Kapan sidang berakhir?
Setelah DPR mengajukan pasal-pasal pemakzulan ke Senat, senator harus menghadiri sidang setiap hari kecuali Minggu sampai ada keputusan akhir.
Sidang diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan. Sidang pemakzulan Clinton digelar selama hampir sebulan penuh. Kubu Demokrat berharap proses ini selesai sebelum Februari ketika dimulai pemilihan pendahuluan untuk menjaring bakal calon presiden.










