Bentrokan kaum kanan anti Islam dan kaum kiri anti Nazi meuyak, sejumlah orang terluka
Sejumlah orang terluka ketika dua kelompok yang saling bertentangan terlibat bentrokan dalam demonstrasi besar di kota Chemnitz, timur Jerman.
Awalnya adalah demonstrasi kalangan radikal kanan yang berunjuk rasa atas sebuah kasus pembunuhan hari Minggu (26/8) yang diduga dilakukan pendatang asal Timur Tengah.
Seorang pendatang dari Suriah dan seorang asal Irak ditahan sebagai tersangka pembunuhan itu, namun kalangan ekstrem kanan itu kembali melanjutkan unjuk rasa, Senin (27/8). Kali ini para pegiat dari kalangan kiri turun ke jalan melakukan unjuk rasa tandingan, menurut mereka kaum kanan menggunakan pembunuhan itu untuk tujuan politik.
Kedua belah pihak kemudian terlibat bentrokan, terutama saling melemparkan botol dan benda keras, menyebabkan sejumlah orang dari kedua belah pihak terluka, kata polisi.
Kanselir Jerman Angela Merkel telah menegaskan bahwa "aksi main hakim sendiri" tidak akan ditoleransi -sebagai reaksinya atas aksi kaum kanan.

Sumber gambar, Getty Images
Polisi memperingatkan para demonstran bertopeng yang menggunakan batu untuk melempar, bahwa aksi mereka direkam dengan video.
Sebelumnya, aparat mengatakan mereka sedang menyelidiki dugaan serangan terhadap seorang Afghan, seorang Suriah dan seorang Bulgaria saat demonstrasi berbuntut kerusuhan pada hari Minggu.
Disebutkan, dalam kerusuhan itu sejumlah pengunjuk rasa mengejar-ngejar orang asing, meskipun tanpa rincian jelas, dan polisi meminta para saksi untuk menyerahkan video yang mungkin mereka rekam
Apa yang terjadi pada hari Minggu?
Tidak jelas apa yang memicu perkelahian yang dilaporkan menjadi penyebab penikaman, yang terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 03:15 (08:15 WIB), di tengah berlangsungnya sebuah festival jalanan yang kemudian dibatalkan.
Korban dalam kejadian itu adalah seorang tukang kayu berusia 35 tahun, yang tewas di rumah sakit setelah mengalami luka parah dalam serangan itu.

Sumber gambar, EPA
Dua pria Jerman lain yang bersamanya, berusia 33 dan 38 tahun, terluka serius, kata polisi.
Sementara para tersangka pelaku, seorang Suriah berusia 23 tahun dan seorang Irak berusia 22 tahun telah ditahan.
Polisi membantah desas-desus di media sosial bahwa perkelahian mereka terkait dengan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.
Bagaimana unjuk rasa terjadi?
Awalnya, hari Minggu itu sekitar 100 orang berkumpul melakukan unjuk rasa yang berlangsung tanpa insiden, lapor kantor berita AFP.
Namun, tak lama kemudian, sekitar 800 orang berkumpul di monumen Karl Marx, sebuah kawasan yang menjadi pusat kegiatan kota Chemnitz.
Monumen ini dibangun di masa perang dingin, saat Chemnitz merupakan bagian dari Jerman Timur yang berhaluan komunis. Saat itu nama kota Chemnitz diubah menjadi Karl-Marx-Stadt (Stadt adalah bahasa Jerman untuk 'kota').

Sumber gambar, AFP
Tampaknya polisi tak menyangka akan terjadinya demonstrasi besar dan penuh kemarahan itu.
Jurnalis lepas Johannes Grunert mengatakan kepada Spiegel Online bahwa ia menyaksikan sejumlah pengunjuk rasa menggunakan botol untuk menyerang orang-orang "yang tidak terlihat seperti orang Jerman".
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1

Pegida, gerakan jalanan kaum sayap kanan, menyerukan dilakukannya lagi demonstrasi pada Senin sore, sementara seorang anggota parlemen dari partai politik sayap kanan AfD, Markus Frohnmaier, mencuit: "Jika negara tidak lagi melindungi warga negara maka warga turun ke jalan-jalan dan melindungi diri mereka. Sesederhana itu! "
"Hari ini tugas warga untuk menghentikan 'migrasi pisau' yang membawa maut itu!" tulisnya, menyinggung gelombang pendatang dari negeri-negeri Islam yang dilanda konflik bersenjata.
"(Serangan pisau) itu bisa menyasar ayah, anak, atau saudara kalian,!" tulisnya.

Sumber gambar, Getty Images
Saat makin banyak karangan bunga dan lilin diletakkan di lokasi pembunuhan pada Senin malam, para demonstran sayap kanan berkumpul di monumen Karl Marx, dan kalangan kiri kemudian berkumpul di dekat mereka menggelar aksi tandingan.
Polisi melaporkan sejumlah demonstran sayap kanan melakukan penghormatan gaya Hitler, dan di antara kerumunan masa kaum kanan terlihat spanduk anti pendatang, dengan bunyi seperti "Hentikan banjir suaka".
Warga biasa pun datang, sekadar untuk menonton.

Sumber gambar, Reuters
Apa kata Kanselir Angela Merkel?
"Kami tak memberi toleransi kepada kerumunan liar yang melanggar hukum, dan tindakan mengejar-ngejar orang yang tampak berbeda dan tindakan penyebaran kebencian di jalanan," kata juru bicara Merkel, Stffen Siebert, kepada wartawan.
"Tidak ada tempat di kota-kota kita bagi hal itu. dan kami sebagai pemerintah Jerman, mengutuknya dengan keras. Pesan dasar kami kepada Chemnitz dan seluruh Jerman adalah bahwa di Jerman tak ada tempat bagi aksi main hakim sendiri dan kelompok jalanan yang ingin menyebarkan kebencian, intoleransi dan ekstremisme di jalanan."

Martina Renner, seorang anggota parlemen dari partai kiri Die Linke menuduh kaum ekstrem kanan mengeksploitasi kasus pembunuhan itu untuk kepentingan politik mereka.
"Sebuah pembunuhan yang mengerikan, dengan latar yang belum jelas, diperalat dengan cara paling menjijikan untuk memicu kerusuhan rasial di Chemnitz," tulisnya dalam sebuah cuitannya.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2











