You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Kapal induk AS mulai patroli ‘rutin’ di Laut Cina Selatan
Kapal induk Amerika Serikat, USS Carl Vinson, mulai berlayar di Laut Cina Selatan dengan sokongan sejumlah kapal perang lainnya dalam aksi yang AS sebut sebagai "operasi rutin".
Operasi itu digelar beberapa hari setelah Kementerian Luar Negeri Cina memperingatkan AS agar tidak menantang kedaulatan Cina di wilayah Laut Cina Selatan.
"Kami mendesak AS tidak mengambil aksi apapun yang menantang kedaulatan dan keamanan Cina," ujar juru bicara Kemenlu Cina, Geng Shuang.
USS Carl Vinson terakhir kali berada di perairan Laut Cina Selatan sekitar dua tahun lalu untuk berlatih bersama Angkatan Laut dan Angkatan Udara Malaysia. Tercatat, kapal induk itu telah 16 kali berlayar di Laut Cina Selatan selama 35 tahun beroperasi.
Sebagaimana diketahui, Cina mengklaim sejumlah pulau, karang, dan terumbu di kawasan tersebut. Bahkan, sejumlah terumbu direklamasi dan dijadikan pulau, lengkap dengan pelabuhan dan landasan udara.
Namun, klaim itu dipermasalahkan sejumlah negara di Asia Tenggara yang juga mengaku berhak atas pulau-pulau dan unsur daratan lainnya di Laut Cina Selatan.
Setelah menjadi presiden AS pada 20 Januari lalu, Donald Trump berikrar untuk mencegah Cina mengambil wilayah di Laut Cina Selatan.