Bos Uber mundur dari dewan penasihat Presiden Trump setelah dikritik

Sumber gambar, Reuters
Travis Kalanick, pemimpin eksekutif Uber, penyedia layanan taksi berbasis aplikasi, mengundurkan diri dari dewan penasihat ekonomi Presiden Donald Trump setelah dikritik oleh karyawan dan masyarakat.
Kalanick menyatakan langkah yang diambil itu kepada karyawan pada Kamis (02/02).
Dalam memo kepada karyawan yang didapat BBC, Kalanick mengatakan, "Dengan bergabung ke dalam kelompok itu tidak berarti menyetujui agenda presiden tetapi malangnya, hal itu disalahtafsirkan seperti itu.
"Pagi ini saya sempat berbicara singkat dengan presiden tentang perintah eksekutif mengenai pembatasan imigrasi dan masalah-masalah yang timbul di dalam masyarakat," katanya.

Sumber gambar, Reuters
Pengunduran diri bos Uber ini disambut oleh Serikat Buruh Pengemudi Independen dan mewadahi sopir-sopir Uber di New York.
"Ini menunjukkan solidaritas yang penting kepada pengemudi dari kalangan pendatang yang membantu mengembangkan Uber dan jumlah mereka lebih dari 40.000 di Kota New York saja," kata pendiri serikat buruh itu, Jim Conigliaro.
Kebijakan imigrasi baru AS di bawah pemerintahan Presiden Trump antara lain mencakup larangan masuk bagi warga dari tujuh negara dan membekukan sementara penerimaan pengungsi.
Uber mendapat kecaman pedas sejak pemilihan Presiden Trump.
Pada akhir pekan lalu, ketika para pengunjuk rasa menggelar aksi di sejumlah bandar udara di Amerika Serikat, Uber tampaknya mengabaikan mogok kerja taksi dengan mencabut biaya tambahan, mekanisme penambahan ongkos ketika permintaan layanan taksi meningkat.
Kampanye di media sosial dengan tanda pagar "#DeleteUber" menjadi viral begitu cepat.
Namun demikian, Uber menegaskan tidak bermaksud melanggar aksi mogok kerja dan hanya bermaksud membantu penumpang pergi ke bandar udara tanpa harus membayar ongkos lebih mahal.
Dewan penasihat ekonomi untuk Presiden Trump dijadwalkan akan bertemu Jumat ini (03/02). Selain bos Uber, yang duduk di dewan itu adalah bos produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk, bos IBM dan General Motors.









