Trump: Amerika Serikat harus perluas senjata nuklir

Donald Trump

Sumber gambar, JIM WATSON/AFP

Keterangan gambar, Trump akan diambil sumpah sebagai presiden Amerika pada 20 Januari 2017.

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negara itu harus meningkatkan dan memperluas kemampuan nuklirnya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan lewat Twitter pada Kamis (22/12), Trump mengatakan bahwa senjata nuklir harus dibangun sampai dunia sadar terkait nuklir ini.

Ia tidak memberikan informasi lebih lanjut dan tim transisinya belum mengeluarkan pernyataan.

Twitter Trump

Sumber gambar, Twitter

Wartawan BBC di Washington, Laura Bicker, melaporkan pernyataan Trump tersebut berbeda sekali dengan kebijakan Presiden Barack Obama, tetapi sejalan dengan kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Beberapa jam sebelum pernyataan Trump dikeluarkan, Presiden Putin mengadakan pertemuan dengan para pejabat militer untuk merangkum kegiatan militer Rusia selama tahun 2016.

Dikatakan oleh Putin bahwa Rusia perlu memperkuat potensi nuklirnya dan mengembangkan rudal yang dapat menembus sistem pertahanan rudal yang ada sekarang dan yang ada di masa depan.

Presiden Putin dan para pejabat militer

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Putin dan para pejabat militer membahas aktivitas militer Rusia selama tahun 2016.

Ditambahkannya, Rusia "harus secara hati-hati memantau segala perubahan keseimbangan kekuasaan dan situasi militer-politik di dunia, khususnya di sepanjang perbatasan Rusia", kemungkinan merujuk pada pertahanan rudal Amerika di Eropa timur, yang menurut Pentagon, untuk menangkal Iran.

Amerika Serikat mempunyai 7.100 senjata nuklir dan Rusia menyimpan 7.300 senjata nuklir, kata lembaga nonpartisan Asosiasi Pengontrolan Senjata.

Di masa kampanye lalu, Donald Trump mengatakan bahwa proliferasi nuklir merupakan "masalah tunggal terbesar" yang dihadapi dunia, tetapi ia juga mengatakan tidak akan mengesampingkan penggunaan senjata nuklir terhadap Eropa.