Menuju Piala Dunia Brasil 2014

Piala Dunia

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Brasil sepertinya menjadi tempat sempurna untuk Piala Dunia 2014.
    • Penulis, Liston P Siregar
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Kalau Anda tidak suka sepak bola, mungkin saatnya untuk mulai bersiap-siap mengungsi ke hutan belantara yang tidak ada telepon genggam, tidak ada TV, radio, dan tidak ada internet.

Piala Dunia selalu menjadi pesta dunia yang tidak mengenal budaya, tempat, dan usia.

Dan Piala Dunia di Brasil yang akan mulai 'ditendang' tanggal 13 Juni waktu Indonesia mendatang lebih istimewa lagi.

Pertama karena berlangsung di sebuah <link type="page"><caption> masyarakat yang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/05/140521_brazil_sepakbola_agama.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> disebut-sebut menyamakan sepak bola dengan agama.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/05/140521_brazil_sepakbola_agama.shtml" platform="highweb"/></link> Jadi suasananya tentu akan lebih penuh semangat.

Selain itu Brasil juga terkenal dengan pesta-pesta, karnaval, dan pantai yang indah.

Jadi, saya yakin, di luar stadion pun rasanya akan banyak kegiatan yang tidak kalah menariknya.

Kalau itu masih kurang masih ada lagi unjuk rasa warga Brasil yang menentang Piala Dunia karena menganggap biayanya terlalu mahal dan akan lebih baik untuk membantu kaum miskin.

Banjir laporan

Di seberang lautan, di London sini, persiapan sepak bola sudah terasa dengan sejumlah acara TV, radio, maupun berita-berita koran, majalah, dan internet tentang sepak bola, persisnya Timnas Inggris, yang merebut Piala Dunia di kandang sendiri tahun 1966 lalu.

Rio de Janeiro

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Kehidupan di kawasan kumuh Rio de Janeiro juga dilaporkan.

Aneka ragam peliputan persiapan tersedia.

Dan karena hampir semua media tidak lepas dari Piala Dunia Brasil maka terasa juga persaingan untuk menawarkan sesuatu yang berbeda.

Jadi selain laporan langsung pertandingan persahabatan Timnas Inggris, dan sejarah Piala Dunia maupun laporan rangkuman gol-gol terbaik, ada juga -misalnya- tentang kehidupan warga Brasil seperti Welcome to Rio dari TV BBC 2.

Seri tersebut memaparkan kehidupan warga di kawasan kumuh atau yang disebut favela, antara lain tentang anak-anak yang hidup berdampingan dengan kekerasan, remaja yang main layang-layang dengan pengedar obat bius.

Sama sekali tidak ada cerita tentang sepak bola.

Dua episode yang sudah ditayangkan, diberi judul pendek Peace atau Damai dan War yang artinya Perang. Satu lagi yang masih ditunggu adalah Ingenuity atau Kecerdikan.

Kalau Anda punya akses ke iPlayer, saya sarankan untuk menyaksikan salah satu kehidupan nyata di balik berkumpulnya para bintang-bintang sepak bola dunia yang bergaji miliaran per minggu.

Seekor anjing 'pahlawan'

Tapi tak semuanya serius. Stasiun ITV, misalnya, membuat program lucu tentang susunan pemain Timnas Inggris terburuk yang terdiri dari para pemain Timnas Inggris sepanjang masa yang bermain buruk.

Pickels
Keterangan gambar, Pickels jadi pahlawan nasional setelah menemukan Piala Dunia 1966 yang sempat dicuri.

Dengan mengumpulkan potongan-potongan arsip sejak tahun 1966, ditemukanlah pemain yang cuma sempat main tak sampai satu menit, penyerang yang kerap menendang ke arah gawang tapi tak pernah mencetak gol, atau bek yang selalu ketinggalan berlari.

Seorang pelawak, Danny Baker, juga diajak ikut menjadi presenter di BBC 4 untuk mengumpulkan arsip-arsip tentang bagaimana keterlibatan orang Inggris dengan Piala Dunia.

Acaranya World Cup Brush Up with Danny Baker merupakan favorit saya karena bukan juga cuma kocak tapi juga menyindir.

Ketika Piala Dunia 1966 yang diraih Timnas Inggris hilang -ya pendengar hilang diambil dari tempat pamerannya- dia mengutip inspektur polisi yang serius menggelar penyelidikan.

Piala itu ditemukan kembali oleh seekor anjing bernama Pickles di pinggir jalan dibungkus kertas koran. Dan Pickels pun menjadi pahlawan nasional dan bintang, sampai kematiannya tahun 1967 juga menjadi berita.

Gambaran kontras polisi yang serius -untuk mencari kebanggan nasional- dan anjing yang berjasa disajikan amat kocak.

Sementara pencurinya sampai sekarang, jangankan ditangkap, identitasnya saja pun tidak bisa diungkap.

Nah sekarang bagaimana dengan peliputan Piala Dunia di tempat Anda? Atau Anda malah sudah bersembunyi di hutan....