Dilema 'mengasuh anak' atau 'bekerja'

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Endang Nurdin
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Mengasuh anak atau kembali bekerja. Itulah dilema yang banyak dialami para ibu muda di Inggris, khususnya di London.
Dilema ini menyangkut tingginya biaya untuk menitipkan anak di tempat pengasuhan atau pengasuh, yang cukup tinggi.
Belum lagi ditambah dengan biaya transportasi. Dan akibatnya, tidak banyak dana yang tersisa dari gaji setelah dikurangi biaya penitipan dan transportasi.
Saya sebutkan London karena biaya menitipkan anak dan mengasuh anak memang berbeda antara ibukota Inggris ini dan kota-kota lainnya.
Survei baru-baru ini menunjukkan sekitar sepertiga orang tua di London yang kembali bekerja setelah cuti memiliki anak mengatakan tidak ada lagi gunanya secara finansial untuk bekerja karena biaya yang terlalu tinggi.
Sekitar 44% orang tua baru di London justru memilih untuk tidak kembali bekerja karena biaya yang tinggi ini.
Biaya penitipan anak di London berkisar £140.000 setahun untuk anak berusia di bawah dua tahun. Angka untuk London ini lebih tinggi 25% dibandingkan kota-kota lain di Inggris.
Beberapa tahun lalu, seorang teman bercerita ia memutuskan untuk kembali bekerja dan menitipkan bayinya yang berusia enam bulan ke pengasuh.

Sumber gambar, PA
Keputusannya didasarkan karena ia khawatir kesulitan untuk mencari kerja lagi dan membiasakan diri pada suasana kantor setelah lama absen.
Seorang teman lain justru memilih untuk mengasuh anak terlebih dahulu dan kembali bekerja setelah putranya masuk ke bangku sekolah.
Kenaikan biaya pengasuhan anak
Biaya tinggi ini pada umumnya untuk anak di bawah usia lima tahun.
Sementara anak-anak yang berusia sekitar lima tahun sudah bisa masuk persiapan untuk sekolah dasar atau yang disebut Reception.
Dan setelah sekolah selesai, banyak sekolah yang menyediakan fasilitas yang disebut breakfast clubs dan afterschool clubs.
Melalui fasilitas seperti ini, para orang tua dapat menitipkan anak di sekolah sebelum dan sesudah jam sekolah dengan biaya yang relatif lebih rendah.
Laporan baru-baru ini oleh partai oposisi Buruh menyebutkan biaya pengasuhan anak -terutama yang berusia di bawah dua tahun- meningkat 19% tahun lalu saja.
Laporan itu menyebutkan tingginya biaya pengasuhan anak akan menghalangi pertumbuhan ekonomi London dan bahwa tindakan perlu segera diambil.
Di antara sejumlah tindakan yang diusulkan termasuk menyerukan kepada perusahaan-perusahaan untuk menerapkan jam kerja yang fleksibel untuk para orang tua yang memiliki anak kecil.
Usulan lain termasuk menambah jumlah fasilitas pengasuhan anak yang disubsidi untuk anak di bawah lima tahun dan juga menambah fasilitas breakfast clubs dan juga afterschool clubs.
Saya sendiri merasakan beratnya biaya pengasuhan anak ini, terutama sampai putra-putri kami berusia menjelang lima tahun.
Namun begitu masuk usia sekolah, berbagai fasilitas termasuk breakfast clubs, amat sangat membantu.
Dan dengan adanya laporan dan survei tentang kesulitan para orang tua membiayai pengasuhan anak ini, berbagai fasilitas dan bantuan lain untuk orang tua yang memiliki anak kecil tampaknya akan semakin bertambah.









