Rumitnya urusan IMB di Inggris

- Penulis, Liston P Siregar
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Ketika sedang punya waktu luang pada suatu malam tengah pekan ini dan lontang-lantung memutar beberapa saluran TV, saya akhirnya terhenti menyaksikan program dokumenter: Permission Impossible di BBC 2.
Judulnya diplesetkan dari film laga yang terkenal Mission Impossible tapi alurnya mengalir pelan tentang izin mendirikan bangunan di kawasan pedesaan Inggris.
Walau pelan namun saya mengikuti secara penuh. Ceritanya tentang mendapatkan IMB, yang di Indonesia juga ada namun saya yakin, maaf, bisa diatur untuk mendapatkannya.
Di Inggris, IMB menjadi urusan wajib yang bisa jadi berakhir rumit, termasuk untuk sekedar membangun garasi di belakang rumahnya.
Permission Impossible memusatkan IMB di kawasan pedesaan dengan para warga yang cenderung menolak pembangunan baru di tanah kosong sekali pun.
Semua suara didengar
Setiap orang Inggris berhak untuk mengajukan keberatan dengan pembangunan di sekitar tempat tinggalnya, dengan berbagai alasan.

Salah satu keberatan yang dipaparkan dalam program itu adalah mengganggu keindahan pemandangan dari halaman belakang rumah, dan itu alasan yang sepenuhnya sah.
Dennis dan Liz Rowley menentang pembangunan dua rumah modern bertingkat dua, beberapa blok dari rumah mereka.
Meski terpisahkan beberapa blok, rumah itu nantinya memang akan terlihat jelas.
Saya masih ingat Liz menjelaskan dengan serius sambil duduk di kursi tamannya.
"Duduk di sini melihat tiba-tiba muncul bangunan beton di sana, tidak bisa dibayangkan," jelasnya kira-kira.
Sidang dewan kota digelar untuk mendengar alasan mereka serta pihak pembangun dan pemungutan suara menetapkan IMB diberikan.
Usai pemungutran suara, Dennis bersalaman dengan 'musuhnya', dan masing-masing kembali ke urusan sehari-harinya walau Liz agar kesal untuk menerima kenyataan.
Kepentingan umum?
Keberatan lain yang diajukan adalah untuk pembangunan sekitar 1.500 rumah oleh sebuah perusahaan perumahan.

Sekelompok warga, persisnya enam orang, menentang pembangunan dengan berbagai alasan: akan membuat lalu lintas di jalan utama kampung mereka macet, mengurangi lahan hijau, termasuk mengganggu habitat burung hantu.
Dewan kota pun terpaksa bersidang lagi, mendengarkan alasan dari masing-masing pihak yang berseteru namun akhirnya memutuskan pembangunan jalan terus demi kepentingan umum.
Inggris memang mengalami kekurangan rumah dengan perkiraan resmi pemerintah diperlukan sekitar 145.000 rumah baru setahunnya.
Namun tak selalu sesuatu yang bernama 'kepentingan umum'.
Sekitar dua tahun lalu, sekelompok warga di sebuah kawasan indah di Wales berhasil mencegah pembangunan kincir angin sebagai sumber energi yang akrab lingkungan.
Alasan mereka adalah pemandangan indah akan tercemar oleh kincir angin raksasa.
Anda sulit menerima pertarungan antara 'keindahan pemandangan' dan 'energi akrab lingkungan'?
Saya juga sebenarnya, tapi rasanya asyik sekali jika tidak ada satu alasan pun yang tidak dipertimbangkan.









