UNESCO tolak babat hutan Tasmania

tasmanian forest
Keterangan gambar, Hutan Tasmania mencakup area hampir seluas 1,4 juta hektar

Organisasi Budaya PBB, UNESCO menolak permintaan pemerintah Australia untuk mencabut status Situs Warisan Dunia atau World Heritage Site di sebagian wilayah hutan Tasmanisa.

Pemerintah Australia <link type="page"><caption> ingin membuka wilayah hutan seluas 74.000 hektar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/06/140615_budaya_australia.shtml" platform="highweb"/></link> untuk ditebang dengan alasan bahwa area itu memang sudah buruk kualitasnya.

Namun komite Warisan Dunia UNESCO mengatakan pencabutan status dapat menciptakan preseden yang tidak bisa diterima.

Komite Warisan Dunia yang mengadakan pertemuan di Doha hanya memerlukan waktu tujuh menit untuk mempertimbangkan permintaan itu sebelum kemudian menolaknya, kata harian Sydney Morning Herald.

Australia merupakan negara maju pertama yang mencoba membatalkan status hutan lindung dengan alasan ekonomi.

Pekerjakan 66.000 orang

Para pegiat lingkungan menyambut baik keputusan tersebut sementara pemerintah Australia menyatakan bahwa mereka kecewa.

Perdana menteri Tony Abbott mengatakan akan mempelajari keputusan itu sebelum melakukan langkah berikutnya.

Abbott telah menyatakan dukungannya pada industri penebangan kayu yang mempekerjakan lebih dari 66.000 orang

Sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan sejumlah kelompok konservasi Australia dan Aborigin Tasmania mengatakan komite UNESCO telah "mengeluarkan teguran keras" kepada pemerintah Australia.

Mereka menambahkan mencabut status hutan lindung merupakan tindakan "pengrusakan lingkungan".