Rayakan keberagaman, wartawan BBC Indonesia raih Diversity Award 2016

Sejumlah jurnalis, termasuk wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, meraih Diversity Award 2016 atas liputan mereka yang dinilai merayakan keberagaman di Indonesia.
Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK), sebagai inisiator penghargaan tersebut, mengatakan apresiasi kepada para jurnalis diberikan di tengah berbagai kasus yang melibatkan kelompok-kelompok intoleran di masyarakat dan maraknya <link type="page"><caption> aturan atau kebijakan pemerintah yang diskriminatif</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160223_indonesia_komnasham_agama_intoleransi" platform="highweb"/></link> sehingga hak dan kebebasan warga negara untuk beragama dilanggar.
Bahkan, sebagaimana dilansir dalam laporan tahunan The Wahid Institute dan Setara Institute, kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia yang dari waktu ke waktu makin meningkat.

"Karena itu pula, penting bagi media atau jurnalis untuk teguh mengamalkan peran watchdog agar negara dan aparaturnya bertanggung jawab menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak dan kebebasan dasar warga untuk beragama, berkeyakinan, beribadah, berpendapat dan bereskpresi sesuai iman dan hati nurani, dengan keragamannya masing-masing," sebut keterangan SEJUK.
- <link type="page"><caption> Aliran Wahabi dan wajah Islam moderat di Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160506_indonesia_lapsus_radikalisasi_anakmuda_moderatvradikal" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Konten radikal dan intoleran 'telah rambah' televisi dan radio </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160823_indonesia_radio_batam_singapura" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Sikap intoleran 'kian meluas' di masyarakat Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160222_indonesia_intoleransi" platform="highweb"/></link>
Acara penghargaan ini ditandai dengan pidato kebudayaan Karlina Supelli yang berjudul Masyarakat Imiah dan Masyarakat Takhayul. Pidato tersebut memapar kecemasannya bahwa keberagaman yang merupakan realitas dan hakikat bangsa Indonesia terancam oleh gerakan yang hendak menyeragamkan dan menindas yang berbeda.
Dia juga menjelaskan masyarakat Indonesia kerap bertindak atas pemikiran ketuhanan, bukan sekularisme.
Padahal sekularisme menjawab permasalahan di dunia dengan hukum dunia secara objektif.
Para jurnalis yang menyebar berita diharapkan menggunakan konsep berpikir sekuler dan objektif dalam pemberitaan sehingga masyarakat Indonesia yang beragam dapat menerima keberagaman.

Diversity Awards 2016 memberikan penghargaan kepada jurnalis yang lewat karya-karyanya mengangkat isu keberagaman lewat kacamata yang objektif.
Penghargaan diberikan ke lima kategori: media cetak, online, radio, foto dan televisi.
Wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan lewat karyanya “Aliran Wahabi dan wajah Islam moderat di Indonesia” memenangkan kategori media online.
Kemudian dari kategori media cetak, Furqon Ulya Himawan dari Media Indonesia meraih penghargaan melalui karyanya yang berjudul "Toleransi memudar di kota pelajar".
Yang cukup mengejutkan di acara penghargaan ini, dewan juri tidak menganggap ada berita televisi yang layak untuk menerima penghargaan.
“Sayang sekali, padahal 90% masyarakat Indonesia menerima informasi lewat Televisi," kata Andy Budiman, salah satu tim juri.
Diversity Awards ini diusung oleh SEJUK yang berdiri tahun 2008 dari kegelisahan para jurnalis akibat meningkatnya diskriminasi kaum minoritas saat itu.









