Dua WNI lolos, delapan WNI lainnya menanti negosiasi

Muhammad Sofyan

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Muhammad Sofyan dilaporkan dalam kondisi sehat di Kota Zamboanga setelah lolos dari penyanderaan.
    • Penulis, Jerome Wirawan
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Setelah dua warga Indonesia melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf pada Rabu (17/8) dan Kamis (18/8), sejak disandera Juni lalu, nasib delapan WNI lainnya amat tergantung dari negosiasi pemerintah Indonesia.

Benny Mamoto, yang pernah menjadi juru runding Indonesia dalam pembebasan sandera oleh kelompok Abu Sayyaf pada 2005 lalu, memperkirakan pihak penyandera akan terus diincar militer Filipina, yang kemungkinan mendapat informasi tambahan dari dua WNI yang lolos.

  • <link type="page"><caption> Istri WNI yang kabur dari penyandera di Filipina ‘senang bercampur sedih’ </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160818_indonesia_dian_penyanderaan_filipina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Lagi, WNI sandera Abu Sayyaf berhasil melarikan diri </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160818_indonesia_sandera_kedua_kabur" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> WNI berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160817_dunia_sandera_indonesia_kabur" platform="highweb"/></link>

Imbasnya terhadap para sandera yang tersisa, kata Benny, ada dua kemungkinan.

“Kemungkinan pertama, mereka tidak peduli dengan sandera karena fokus pada pertahanan atau menghindari serangan. Tapi bisa kemungkinan lain, mereka akan ekstra ketat, bahkan mungkin marah,” katanya.

Kondisi ini justru harus bisa dimanfaatkan pemerintah Indonesia.

Kelompok Abu Sayyaf

Sumber gambar, ABU SAYYAF

Keterangan gambar, Ada kemungkinan penculik tidak peduli dengan sandera karena fokus pada pertahanan atau menghindari serangan.

“Ini saat yang tepat untuk dilakukannya negosiasi karena mereka (Abu Sayyaf) di bawah tekanan militer. Asalkan upaya itu satu pintu, kemudian jalurnya tepat. Jalur tepat itu seharusnya tidak melalui terlalu banyak tangan atau pihak,” kata Benny.

Upaya beragam

Pemerintah Indonesia mengatakan masih berupaya membebaskan delapan WNI yang masih disandera melalui jalur diplomasi dan militer secara bersamaan.

“Yang kita lakukan adalah multitrack. Ibu menteri luar negeri selalu memberi tekanan kepada Filipina untuk bisa mengambil langkah agar bisa membebaskan sandera di sana. Selain itu tentunya TNI kita juga bergerak melalui intelijen mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyatakan telah menyiapkan unit-unit bantuan untuk membantu militer Filipina. Namun, belum diketahui apakah pemerintah Filipina menyetujui rencana tersebut.

Anak buah kapal yang lolos dari tahanan kelompok Abu Sayyaf adalah Mohamad Sofyan dan Ismail.

Dian Megawati

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Dian Megawati, istri Ismail, ABK yang lolos dari penyanderaan.

Muhamad Sofyan, 28 tahun, ditemukan oleh penduduk di pesisir Barangay Bual, Kota Luuk Provinsi Sulu, pada Rabu (17/8) sekitar pukul 07.30 waktu setempat (06:30 WIB).

“Kami diberitahu bahwa dia berhasil kabur dengan berlari dan berenang ke laut,” kata Mayor Filemon Tan, juru bicara Komando Mindanao Barat, Angkatan Bersenjata Filipina.

Sembilan jam kemudian giliran Ismail yang ditemukan lolos dari penyanderaan.

Tebusan Rp60 miliar

Dian Megawati, istri Ismail mengaku telah mendengar kabar tentang suaminya. Namun, mereka belum bisa berbincang langsung.

“Rasa senang itu ada, cuma senangnya nggak lengkap. Karena masih ada (sandera) yang belum dibebaskan," katanya saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

"Kami (keluarga para sandera) dekat, sering kali kumpul di rumah saya dan sudah seperti keluarga sendiri,” tambahnya , dengan suara tercekat menahan tangis.

Muhammad Sofyan dan Ismail merupakan bagian dari tujuh anak buah kapal tunda Charles yang disandera sejak akhir Juni lalu. Penyandera dilaporkan meminta tebusan sebesar 20 juta ringgit atau sekitar Rp60 miliar, jika tidak maka penyandera akan memenggal kepala para awak kapal.

Selain ketujuh anak buah kapal itu, ada pula tiga WNI yang disandera sejak 9 Juli. Mereka adalah ABK kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim, berbendera Malaysia.

Penyanderaan WNI ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang 2016 ini dan telah menimpa 24 WNI. Dengan lolosnya Muhammad Sofyan dan Ismail, berarti ada delapan WNI yang masih disandera.