Kekuatan pendukung ISIS di Indonesia 'masih lemah'

Polisi sudah mengungkap identitas terduga pelaku aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Polisi sudah mengungkap identitas terduga pelaku aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo.
    • Penulis, Isyana Artharini
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia
  • Waktu membaca: 3 menit

Kapolri Badrodin Haiti menyebut bahwa aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada Selasa pagi terkait dengan seruan pemimpin kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) untuk melakukan amaliyah di bulan Ramadan, namun pengamat menilai serangan ini justru menunjukkan lemahnya kekuatan pendukung ISIS di Indonesia.

Peneliti radikalisme UGM Najib Azca mengatakan bahwa meski serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada Selasa (05/07) menjadi cara pendukung ISIS membuktikan eksistensi mereka di Indonesia atau Asia Tenggara, tetapi sebenarnya aksi ini malah menunjukkan kekuatan pendukung ISIS di Indonesia yang masih lemah.

"Di Irak dan Suriah, dari 125-an teritori yang mereka (ISIS) kuasai sekarang tinggal 55, jadi merosot. Di situasi lemah inilah saya kira mereka mencoba memperluas jejaringnya di berbagai daerah, termasuk apa yang terjadi di Thamrin berapa waktu lalu. Yang menarik dari dua operasi yang mereka lakukan di Indonesia ini, amatiran," kata Najib.

  • <link type="page"><caption> Kapolri ungkap jati diri pelaku bom bunuh diri Solo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160705_indonesia_kapolri_bom_solo.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Polisi selidiki kemungkinan keterkaitan 'bom Solo' dengan ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2016/07/160705_indonesia_polisi_solo.shtml" platform="highweb"/></link>

Serangan bom bunuh diri yang terjadi di Solo, menurut Najib, justru membuktikan kelemahan aksi para pendukung ISIS di Indonesia.

"Buktinya tidak ada orkestrasi yang besar, kalau mereka kuat, bisa sekian belas orang melakukan aksi atau pemboman yang lebih masif," tambah Najib.

Aksi bom bunuh diri di Solo terjadi setelah serangkaian bom bunuh diri lainnya, seperti di Madinah, Baghdad, Turki, dan serangan di Dhaka, serta ledakan bom di sebuah bar di Malaysia, yang disebut sebagai serangan pertama ISIS di negara tersebut.

Najib membandingkan aksi bom bunuh diri di Solo yang skala destruktifnya sangat kecil jika dibandingkan dengan kejadian di Baghdad, Turki, atau dengan aksi terorisme yang dilancarkan oleh jaringan kelompok Imam Samudra di Indonesia.

Aksi sendiri

Dalam konferensi pers setelah meninjau lokasi terjadinya aksi bom bunuh diri di Mapolres Solo, Kapolri Badrodin Haiti menyebut Nur Rohman sebagai terduga pelaku bom bunuh diri.

Nur Rohman, menurut Badrodin, diduga melarikan diri dari upaya penangkapan polisi pada Desember 2015 yang dilakukan di perbatasan Banjar-Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, serta Mojokerto karena 'hendak melakukan aksi pengeboman di sejumlah tempat di Indonesia'.

"Memang yang bersangkutan melarikan diri dengan membawa bom. Pengejaran terhadap yang bersangkutan dilakukan dan terakhir terdeteksi di Jawa Timur, setelah itu tidak terdeteksi lagi," kata Badrodin.

Kapolri juga mengatakan bahwa Nur Rohman merupakan anggota kelompok Arif Hidayatullah alias Abu Musaf yang disebut satu jaringan dengan sosok Bahrun Naim, yang kini diklaim berada di Suriah, dan awalnya diyakini polisi sebagai otak bom Sarinah Januari lalu.

Tetapi, dalam konferensi pers yang sama di Solo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Tito Karnavian, menjelaskan jaringan yang kini diyakini bertanggung jawab terhadap bom Thamrin adalah kelompok Jamaah Daulah Nusantara.

  • <link type="page"><caption> Serangan di Medinah, Arab Saudi, tewaskan empat orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160704_dunia_madinah_ledakan.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Jumlah korban tewas bom di Baghdad menjadi 165 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160704_dunia_update_baghdad.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ledakan bar Movida 'adalah serangan pertama ISIS di Malaysia'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160705_dunia_malaysia" platform="highweb"/></link>

"Abu Musaf ini adalah salah satu sel Jamaah Ansharut Daulah Kilafah Nusantara (JADKN), agak beda sedikit dengan yang di bom Thamrin yaitu Jamaah Daulah Nusantara. JADKN ini berafiliasi dengan Bahrun Naim, sementara bom Thamrin, JAD, berafiliasi dengan Abu Jandal alias Salim Mubarak, yang dua-duanya kini ada di Suriah," kata Tito.

Polisi dan BNPT berasumsi bahwa terduga pelaku, Nur Rohman, terkait dengan Bahrun Naim.

"Tapi mungkin saja, enam bulan putus kita memonitor dia ini, bisa saja dia ini berhubungan dengan yang lain, atau mungkin dia ini menjadi lone wolf, melakukan serangan sendiri tanpa komando, tapi dia mengambil momentum perintah Abu Muhammad al Adnani (jubir ISIS), dan melakukan serangan teror di bulan Ramadan," kata Tito.

Pakar terorisme Sidney Jones membenarkan adanya keterkaitan antara Bahrun Naim dengan Nur Rohman, meski begitu dia membantah klaim BNPT yang menyebut kemungkinan Nur Rohman bertindak sendiri.

"Sebetulnya (serangan sendiri) jarang sekali terjadi di Indonesia. Dan biasanya kalau ada aksi seperti itu, walaupun aksi bom bunuh diri, sudah direncanakan oleh suatu kelompok. Jelas bahwa kelompok pro-ISIS di Indonesia tidak bersatu, ada banyak kelompok yang mengakui diri sebagai pendukung ISIS," kata Sidney.

Sidney juga melihat bahwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Solo sebagai "bagian dari usaha secara global untuk taat pada ISIS di Suriah untuk melakukan aksi jihad selama Ramadan".