Banjir rob melanda, batang kayu dikira buaya

Saat banjir rob melanda malam hari, Leha mengira batang kayu (kanan bawah) yang terbawa air adalah buaya.
Keterangan gambar, Saat banjir rob melanda malam hari, Leha mengira batang kayu (kanan bawah) yang terbawa air adalah buaya.
    • Penulis, Rafki Hidayat
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Leha sedang menjemur pakaian di dinding luar rumah kayunya, ketika BBC Indonesia mendatangi Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa 7 Juni.

Meskipun kakinya basah hingga ke betis karena genangan banjir rob atau banjir yang disebabkan naiknya permukaan air lain, Leha masih bisa tersenyum ketika melihat saya datang menghampiri.

“Banjir Mas, udah tiga hari,” ujarnya dengan suara nyaring, pada siang yang terik itu.

Meskipun saat itu genangan air ‘hanya’ 10 sampai 30 cm, pada Sabtu (04/06) pekan lalu lalu, genangannya mencapai 60 cm hingga satu meter.

Genangan air akibat banjir rob di Blok Empang, Muara Angke.

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Genangan air akibat banjir rob di Blok Empang, Muara Angke.

“Waktu itu (Sabtu) saya bangun, sekitar jam dua pagi, saya keluar rumah. Banjir. Gelap. Tiba-tiba ada balok kayu gede kena kaki saya, saya kirain buaya, saya ngejerit-jerit, sampai kecebur-cebur, sampai mandi-mandian, sampai saya diketawain sama anak-cucu. Tak tahunya itu balok kayu,” cerita Leha tergelak, sambil menunjuk-nunjuk sebuah balok kayu panjang di depan rumahnya.

Perempuan setengah baya itu mengaku, selama 16 tahun tinggal di Muara Angke, “Baru kali ini banjir sampai masuk ke dalam rumah.”

Yang dimaksudnya rumah adalah ruangan berukuran tiga kali enam meter yang juga berfungsi sebagai warung.

Leha di warungnya yang ditutup, antara lain karena banjir.
Keterangan gambar, Leha di warungnya yang ditutup, antara lain karena banjir.

Dengan ekspresi yang tiba-tiba berubah, Leha mengungkapkan bahwa banjir rob dan bulan Ramadhan, telah memaksanya menutup warung kelontong, yang tidak lagi memiliki banyak barang dagangan.

“Yah, udah, nggak tahu lah Mas, susah, nggak bisa ngomong. Ya di sini lagi sepi pembelinya, dan tambah sepi karena banjir. Terpaksa tutup,” ujarnya sambil berlinangan air mata.

Tembok penahan air jebol

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu, menyatakan bahwa banjir rob yang terjadi adalah akibat 'siklus pasang-tinggi enam bulan sekali'.

“Bisa terjadi lagi pada November atau Desember mendatang,” ungkapnya kepada BBC Indonesia.

Tempat pengeringan ikan yang tergenang air.
Keterangan gambar, Tempat pengeringan ikan yang tergenang air.

Pada siklus tengah tahun kali ini, puncaknya terjadi pada Sabtu (05/06) hingga Selasa (07/06) ini.

Banjir di kawasan Muara Angke -yang sebanarnya memang sudah ‘biasa’ tergenang air- menjadi lebih tinggi karena tembok kantor pelelangan ikan Muara Angke -yang ikut menahan air laut- jebol pada Sabtu pekan lalu.

Tembok penahan air di Muara Angke jebol sepanjang 10 meter.
Keterangan gambar, Tembok penahan air di Muara Angke jebol sepanjang 10 meter.

“Tinggi muka air di pasar ikan saat itu sempat mencapai 247cm, itu siaga dua. Normalnya cuma 150cm,” kata Denny.

Ketika BBC Indonesia mendatangi tembok yang jebol tersebut, terlihat kerusakan sepanjang 10 meter itu sudah diatasi sementara dengan ditimbun onggokan pasir, karung pasir, dan batang-batang bambu.

Tidak bisa tarawih

Banjir rob kali ini yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, menjadi pengalaman tersendiri bagi Puji, seorang penjual air galon dan pulsa telepon selular di Blok Empang.

Pasir, karung pasir, dan bambu digunakan sementara untuk menahan air di lokasi yang jebol.
Keterangan gambar, Pasir, karung pasir, dan bambu digunakan sementara untuk menahan air di lokasi yang jebol.

“Jadinya nggak bisa keluar. Kalau mau beli barang, yang keluar suami saya. Takutnya kalau saya (yang bawa motor), jatuh,” cerita Puji sambil duduk di etalase-nya yang memajang berbagai kartu telepon selular.

Pada hari puasa pertama kemarin, Puji yang telah berencana untuk Sholat Tarawih pertama di masjid, mengurungkan niatnya.

Puji tidak bisa keluar rumah membeli barang dan sholat Tarawih di masjid karena banjir rob.
Keterangan gambar, Puji tidak bisa keluar rumah membeli barang dan sholat Tarawih di masjid karena banjir rob.

“Di rumah saja sholatnya. Susah kemana-mana.”

Denny Wahyu dari BPBD DKI Jakarta mengungkapkan meskip banjir rob akan berangsur surut, perbaikan tanggul harus segera dilakukan.

Banjir rob yang juga menggenangi Marunda, Cilincing, dan Muara Baru tersebut, menurutnya terjadi karena tinggi tanggul di sepanjang pesisir pantai utara Jakarta saat ini kebanyakan hanya sekitar satu meter, padahal yang dibutuhkan sekitar tinggi tiga hingga empat meter.

Masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas meskipun banjir rob menerjang.
Keterangan gambar, Masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas meskipun banjir rob menerjang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Mei lalu, telah mulai membangun tanggul setinggi 3,8 meter di sepanjang 95km di pesisir utara Jakarta. Namun, Denny menyebut, pada tahun ini yang selesai baru 2 km saja”.

Semarang tergenang

Tidak hanya di Jakarta, banjir rob juga melanda pantai utara semarang.

Berdasarkan laporan wartawan di Semarang, Nonie Arni, jalan raya Kaligawe, yang merupakan jalur utama dari kota Semarang ke jalur Pantura timur, tergenang dengan ketinggian beragam mulai dari 20 cm hingga satu meter.

Jalan raya Kaligawe yang macet karena terendam banjir.

Sumber gambar, Nonie Arni

Keterangan gambar, Jalan raya Kaligawe yang macet karena terendam banjir.

Banjir rob yang telah terjadi sejak pertengahan Mei tersebut, kerap kali mengakibatkan kemacetan hingga 10 km di jalan raya Genuk–Kaligawe pada petang hari.

  • <link type="page"><caption> Banjir bandang di Subang, enam orang tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160524_indonesia_banjir_subang" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Banjir di Paris dikhawatirkan makin parah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2016/06/160603_galeri_paris_banjir" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Hujan deras, Jakarta masih banjir di sana-sini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160421_indonesia_banjir_jakarta" platform="highweb"/></link>

Suwarti, salah seorang pedagang angkringan di pinggir jalan raya Kaligawe mengungkapkan banjir rob tahun ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu kayak banjir biasa saja,” tuturnya kepada Nonie Arni.

Menurutnya, banjir rob biasanya mulai datang pada pukul dua siang dan baru surut jam setengah 12 malam.

Suwarti menyebut banjir rob di Semarang tahun ini, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sumber gambar, Nonie Arni

Keterangan gambar, Suwarti menyebut banjir rob di Semarang tahun ini, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Genangan air yang meninggi saat jam pulang kerja itu membuat Imam Safii kewalahan.

Buruh bangunan yang bekerja di jalan Kaligawe harus menempuh waktu perjalanan lebih panjang untuk pulang ke rumahnya di daerah Kranggan, Semarang Tengah.

“Pulang jadinya terlambat. Biasanya kalau normal, 1,5 jam. Sekarang jadi dua jam sampai 2,5 jam,” keluhnya.

Perjalanan itu bisa lebih panjang lagi jika sepeda motornya macet, seperti yang terjadi pada Selasa 7 Juni.

“Iya ini, kendaraan mogok, paling businya kemasukan air.”

Banjir di Semarang utara membuat berbagai aktivitas masyarakat terganggu.
Keterangan gambar, Banjir di Semarang utara membuat berbagai aktivitas masyarakat terganggu.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah kota Semarang untuk menekan dampak banjir rob, misalnya dengan menyediakan pompa untuk menyedot air. Namun, warga sekitar menilai upaya itu 'kurang efektif' karena air terus datang.

Berdasarkan Data Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Semarang, banjir rob di ibukota Jawa Tengah tersebut akan terjadi hinga akhir Juni, dengan puncak rob terjadi 16 Juni.