Keadaan di Cilacap sesudah rencana eksekusi baru

Sumber gambar, LILIK DARMAWAN
Jalan-jalan yang rusak dan berlubang di Cilacap mulai diperbaiki, saat eksekusi gelombang ketiga terhadap para terpidana mati Bali Sembilan dan lainnya.
Khususnya, jalan masuk ke Kompleks Dermaga Wijayapura, Cilacap, dan warga yakin kalau perbaikan jalan tersebut terkait dengan rencana eksekusi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, seperti dilaporkan wartawan Cilacap, Lilik Darmawan.
Dermaga Wijayapura adalah satu-satunya pelabuhan untuk lalu lintas air ke Pulau Nusakambangan, lokasi penjara tempat sebagian besar terpidana mati ditahan.
- <link type="page"><caption> Indonesia akan kembali lakukan eksekusi hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160428_indonesia_eksekusi_mati" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Hukuman mati di dunia 'meningkat' signifikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160405_dunia_eksekusi_amnesty_2015.shtml" platform="highweb"/></link>
“Sebelumnya, jalan di sini rusak dan berlubang cukup parah. Namun, saat sekarang sudah mulai diperbaiki. Dulu sewaktu eksekusi, jalan tersebut juga dibenahi,” kata Kirman, 52, salah seorang penduduk di Cilacap.
Yang juga khusus, adalah kunjungan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono ke Pulau Nusakambangan, Kamis (28/4), yang ditandai dengan ketatnya penjagaan sekitar Dermaga Wijayapura.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham, Jateng Molyanto, menyatakan siap kalau Pulau Nusakambangan dijadikan tempat pelaksanaan eksekusi, sebagaimana eksekusi gelombang sebelumnya.
“Kami siap saja. Namun, terus terang sampai sekarang belum ada informasi mengenai eksekusi tersebut. Apalagi, sebetulnya, eksekusi merupakan kewenangan dari Kejaksaan Agung,” kata Molyanto yang dihubungi melalui saluran telepon pada Jumat (29/4).
- <link type="page"><caption> Eksekusi terpidana narkoba akan berlangsung tahun ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160407_indonesia_eksekusi_2016" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mary Jane menunggu proses hukum Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150730_indonesia_kasus_mary_jane.shtml" platform="highweb"/></link>
Tiga hari sebelum eksekusi
Pembicaraan tentang hukuman mati kembali mencuat setelah Kejaksaan Agung mengungkapkan akan melakukan eksekusi terhadap 14 orang terpidana mati kasus narkoba pada tahun ini, kendati pelaksanaan hukuman mati terakhir mendapat kecaman berbagai kalangan.

Sumber gambar, LILIK DARMAWAN
Menko Polhukkam Luhut Pandjaitan mengatakan, berbeda dengan yang lalu, kali ini pelaksanaan hukuman mati akan diumumkan hanya tiga hari sebelumnya.
Hal itu dimaksudkan agar menghindari 'kegaduhan,'dan agar "tidak ada sinetron seperti yang lalu lagi, itu kan tidak elok," katanya.
Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan luhut sebelumnya, yang mengatakan bahwa pemerintah tidak memikirkan untuk melakukan eksekusi karena akan lebih berkonsentrasi pada pemulihan ekonomi.
Dalam lawatan ke Jerman pekan lalu, kebijakan hukuman mati jadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck.
Dalam pertemuan itu pula Presiden Jokowi berkilah bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba.









