Bluebird tidak beri sanksi pada pengemudi demonstran

Ribuan pengemudi taksi berpartisipasi dalam demonstrasi di Jakarta, pada Selasa (22/03).
Keterangan gambar, Ribuan pengemudi taksi berpartisipasi dalam demonstrasi di Jakarta, pada Selasa (22/03).

Meski telah mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk tidak turut serta dalam demonstrasi yang diwarnai aksi anarkistis di Jakarta, pada Selasa (22/03), perusahaan taksi Bluebird tidak akan memberi sanksi kepada pengemudi yang berpartisipasi pada aksi menentang transportasi berbasis teknologi informasi.

Direktur Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengatakan sanksi baru akan diberikan apabila pengemudi terbukti menjadi anarkis.

“Kalau mereka berlaku anarkis pasti kita beri sanksi. Jangankan anarkis, pelayanan (para pengemudi) kurang saja kita beri sanksi,” kata Adrianto kepada wartawan di kantor Blue Bird, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

  • <link type="page"><caption> Ribuan angkutan umum mogok, Jakarta setengah lumpuh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160322_indonesia_taksi_mogok" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Aksi sopir taksi unjuk rasa menentang bisnis aplikasi di Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160322_galeri_demo_aplikasi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Situasi memanas, pemogok tuntut Menkominfo mundur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160322_indonesia_aksi_taksi_udate" platform="highweb"/></link>

Sanksi yang akan dijatuhkan, menurutnya, berupa pemecatan.

Hanya saja, Adrianto yang juga menjabat ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) menegaskan pihaknya tidak akan menindak pengemudi yang mengikuti demonstrasi.

”Partisipasi hak individu kan tidak bisa dihalangi. Bahkan kita dilindungi undang-undang, aspirasi itu harus bisa disalurkan,” kata Adrianto.

Demonstrasi menentang transportasi berbasis teknologi informasi diwarnai aksi anarkistis.

Sumber gambar, Bhayu Sugarda

Keterangan gambar, Demonstrasi menentang transportasi berbasis teknologi informasi diwarnai aksi anarkistis.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Blue Bird Group, Noni Purnomo, mengatakan aspirasi pengemudi yang berdemonstrasi ada yang baik. Ketegasan regulasi dari pemerintah, misalnya.

Menurutnya, Blue Bird telah banyak melakukan proses sesuai peraturan serta banyak berinvestasi. Sedangkan, layanan transportasi berbasis online, tidak melakukan itu.

“Itu sebabnya yang menyebabkan persaingan ini tidak fair lagi,” katanya.

Demonstrasi ribuan pengemudi taksi di Jakarta, pada Selasa (22/03) merupakan kelanjutan dari demonstrasi pekan lalu. Mereka memprotes beroperasinya layanan transportasi berbasis online, yang dinilai menyaingi profesi mereka secara tidak adil.

Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan sanksi baru akan diberikan apabila pengemudi terbukti bertindak anarkistis.
Keterangan gambar, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan sanksi baru akan diberikan apabila pengemudi terbukti bertindak anarkistis.

Protes para pengemudi itu pun diwarnai sejumlah aksi kekerasan.

Hans, seorang pengguna jalan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, mengatakan sejumlah supir taksi menggelar rasia terhadap taksi-taksi yang mengangkut penumpang.

Ia menyaksikan sejumlah supir taksi memerintahkan sesama supir taksi agar menurunkan penumpang dan mengancamnya dengan batu besar. Kaca spion mobil tersebut kemudian rusak setelah dihantam batu.