Jokowi desak OKI berperan dalam penyelesaian konflik Palestina

Sumber gambar, Cahyo Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo mendesak negara-negara Muslim yang tergabung dalam anggota Organisasi Kerja Sama Islam OKI menjadi bagian penting dalam penyelesaian konflik Palestina Israel dan tidak menjadi bagian dari masalah.
Dalam pidato sambutan dalam Konferensi Tingkat Tinggi KTT Luar Biasa OKI, pada Senin, Presiden Jokowi mengatakan seluruh dunia peduli dengan situasi buruk di Palestina.
“Apabila OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi Palestina, maka keberadaan OKI menjadi tidak relevan lagi,” tegas Jokowi, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Pijar Anugerah.
KTT Luar Biasa OKI dihadiri oleh <link type="page"><caption> perwakilan dari 57 negara yang fokus untuk membahas masalah Palestina dan Yerusalem</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160306_indonesia_ktt_oki_dampak.shtml" platform="highweb"/></link>.
Jokowi juga menyerukan proses perdamaian untuk mencapai kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
“Indonesia dan dunia Islam siap melakukan langkah-langkah konkret untuk mendesak Israel mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al Sharif.”
Israel ingin ubah jadi konflik agama
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta dewan keamanan PBB melakukan <link type="page"><caption> aksi konkret untuk menghentikan pendudukan ilegal Israel di Palestina khususnya wilayah Al-Quds</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160201_dunia_israel_ramallah.shtml" platform="highweb"/></link>.
“Rencana, kebijakan, dan upaya Israel dimaksudkan untuk mengatur konflik dan memperpanjang pendudukan Palestina, karena itu tidak ada gunanya menghabiskan waktu dengan bernegosiasi dengan mereka hanya untuk bernegosiasi,” ujar dalam pidato sambutan di KTT Luar Biasa OKI.

Dia mengatakan, penderitaan warga Yerusalem terus bertambah akibat kebijakan pemerintah Israel yang disebut “penyerbuan ekonomi” terhadap warga Palestina.
“Dengan memberlakukan pajak berlebihan, melarang akses ke izin bangunan atau kesempatan investasi apapun, menghancurkan rumah… yang mengosongkan Al-Quds dari penduduk aslinya, yaitu warga Palestina," jelas Abbas.
Abbas menuding Israel bermaksud mengubah konflik ini menjadi konflik agama. Dia menyebut serangan dari penduduk di pemukiman Israel, “dilindungi pemerintah, tanpa menghormati kesucian tempat suci bagi Muslim dan Kristen.
Dalam waktu dekat, Indonesia akan meresmikan kantor konsulat kehormatan di Palestina, dan Maha Abu Susheh telah ditunjuk sebagai kepala konsul kehormatan.
Israel mengatakan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan hasil dari kampanye kebohongan dan hasutan dari pihak Palestina.









