Indonesia akan buka hubungan perbankan dengan Iran

Presiden Jokowi dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Pada pertemuan bilateral, Presiden Jokowi dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif sepakat untuk memperkuat kerja sama investasi.

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Indonesia akan membuka kembali hubungan perbankan dengan Iran.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai pertemuan bilateral dengan Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, di sela KTT Luar biasa OKI 2016, Senin siang (03/07).

“Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyanggupi bahwa akan segera dibuka agar penguatan hubungan ekonomi antara Iran dan Indonesia bisa dilakukan,” kata Presiden Jokowi kepada para wartawan, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Pijar Anugerah.

Sebelumnya, Iran memang pernah menyatakan niat untuk mendirikan bank di Indonesia tapi belum direstui otoritas perbankan di Indonesia.

  • <link type="page"><caption> Jokowi desak OKI berperan dalam penyelesaian konflik Palestina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160306_indonesia_jokowi_palestina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bantu hindari sanksi, miliuner Iran justru dijatuhi hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160306_dunia_iran_miliuner" platform="highweb"/></link>

Namun Bank Indonesia dan OJK masih mempertimbangkan risikonya, mengingat negara-negara besar dunia baru saja mencabut sanksi terkait pembatasan program nuklir Iran.

Bagaimanapun pada pertemuan antara kedua negara, Presiden menyampaikan bahwa Iran dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama investasi.

Indonesia akan berinvestasi di Iran pada bidang terkait minyak dan gas serta pupuk sedangkan Iran akan berinvestasi pada pembangkit listrik di Indonesia, baik pembangkit listrik mikrohidro maupun tenaga angin.

Dalam pertemuan tersebut, Iran juga berterima kasih atas jasa Indonesia membantu mengurangi ketegangan dengan Saudi.

"Tadi saya katakan kepada Menlu Iran untuk disampaikan kepada Presiden Hassan Rouhani mengenai pentingnya menahan diri untuk menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di Timur Tengah. Beliau sangat setuju," ujar Presiden Jokowi.