Evakuasi anggota eks Gafatar di seluruh Kalbar terus dilakukan

Sumber gambar, Tim Menpawah
- Penulis, Heyder Affan
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia.
Walaupun dikritik pegiat pluralisme, pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mengevakuasi orang-orang eks anggota ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari sejumlah kabupaten di provinsi tersebut karena alasan keamanan.
"Kecuali kota Pontianak, ternyata ada anggota eks Gafatar yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Mereka ada di seluruh Kalbar," kata Numsuan Madsun, juru bicara pemprov Kalbar melalui sambungan telepon, hari Kamis (21/01).
Diperkirakan jumlah mereka akan terus bertambah karena belum semua anggota eks Gafatar di sejumlah kabupaten/kota di provinsi itu belum dievakuasi.

Sumber gambar, Tim Mempawah
Evakuasi besar-besaran terhadap eks anggota Gafatar dilakukan menyusul aksi pembakaran rumah-rumah mereka oleh sekelompok orang di Kabupaten Mempawah, hari Selasa (19/01).
Aksi pengusiran ini telah ditentang oleh <link type="page"><caption> pegiat pluralisme yang menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160120_indonesia_pengusiran_gafatar" platform="highweb"/></link>.
Mereka juga meminta pemerintah bersikap hati-hati dalam dalam menangani kasus ini, karena <link type="page"><caption> belum tentu mereka bergabung ke Gafatar lantaran dipaksa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160112_indonesia_gafatar" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, Tim Mempawah
Hal ini ditekankan setelah MUI mengindikasikan organisasi ini termasuk aliran sesat, sementara aparat kepolisian akan melakukan proses hukum terhadap pimpinan Gafatar jika terbukti melakukan penistaan agama.
Dikembalikan ke Jawa
Pimpinan eks Gafatar sendiri menyatakan, mereka semata-mata melakukan <link type="page"><caption> kegiatan pertanian di Kalbar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160120_indonesia_kesaksian_jubir_gafatar" platform="highweb"/></link> dan tidak melakukan aktivitas keagamaan.
Setelah mengevakuasi 1.124 anggota eks Gafatar dari Desa Moton Panjang dan Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Menpawah, Selasa, pemprov Kalbar dibantu otoritas keamanan telah memindahkan 259 orang eks Gafatar dari Kabupaten Bengkayang, Kamis (21/01).

Sumber gambar, Indra
Sampai Kamis (21/01), sedikitnya 1.350 orang anggota eks Gafatar telah ditempatkan di dua lokasi berbeda yaitu di kompleks perbekalan dan angkutan dan di Batalyon Infantri 643 kompi B Kodam XII Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat, kata juru bicara pemprov Kalbar.
"Kemudian dari Kabupaten Sintang akan masuk sekitar 50 jiwa, kemudian dari Sambas 32 jiwa, lalu dari Kayong Utara dan Ketapang belum dihitung, tapi diperkirakan lebih dari 1.000 dari dua kabupaten itu," ungkap Numsuan.
Rencananya, mereka akan mulai dikembalikan ke daerah asalnya di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, dalam waktu dekat, dengan menggunakan kapal TNI AL pada Jumat (22/01) besok, kata Numsuan.
"Kita berusaha semaksimal mungkin dan Panglima (Kodam XII Tanjungpura) menjelaskan bahwa besok (Jumat, 22/01) diharuskan segera berangkat," kata Numsuan.









