Mengapa ada yang mendukung serangan ISIS di Paris?
Serangan di Paris hari Jumat (13/11) lalu dikutuk oleh berbagai kalangan namun di lain pihak ada kalangan yang sepertinya mentolerir ISIS, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Adrian Fadillah, contohnya menulis di Facebook BBC Indonesia, "Kemarin beberapa saat setelah teror Paris, seperti kebanyakan orang, saya mengunggah gambar 'Pray for Paris'. Seolah saya turut bersedih.
"Padahal tidak! Pagi ini saya memutuskan untuk menghapus gambar-gambar itu dari beberapa akun media sosial yang saya punya. Saya tidak berdoa untuk Paris... Saya bosan dengan semua sentimen Islamofobik yang memojokkan Islam."

Sumber gambar, AFP Getty
Meski tidak mendukung <link type="page"><caption> aksi teror tersebut,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151115_dunia_paris_doa.shtml" platform="highweb"/></link> namun juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto, merasa aksi tersebut merupakan konsekuensi atas tindakan-tindakan Prancis selama ini.
"Kalau mereka tidak mau warga negaranya tercederai, maka jangan juga mencederai warga negara lain. Marilah kita juga <link type="page"><caption> melakukan penilaian </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/11/151116_majalah_konser_paris.shtml" platform="highweb"/></link>secara adil.
"Kita kutuk, serangan Prancis tapi kita kutuk juga itu invasi Amerika ke Irak, kita kutuk invasi Amerika ke Afghanistan, kita kutuk invasi Rusia ke Suriah. Kita kutuk Prancis itu yang telah melakukan kejahatan serupa di Suriah," tutur Ismail.

Sumber gambar, AFP
Berpikir kritis dan cerdas
Sedangkan Ulil Abshar Abdalla -salah seorang tokoh Jaringan Islam Liberal atau JIL- mengatakan sebagian besar masyarakat Muslim mengutuk serangan di Paris namun jelas ada kelompok yang mendukung ISIS karena alasan tertentu.
"Ya orang-orang yang mendukung ISIS menganggap bahwa kekerasan yang mereka lakukan di Paris sebagai pembalasan terhadap keterlibatan negara-negara Barat dalam penyerangan di dunia Islam.
Jadi mereka menganggap, kenapa orang-orang harus merasa jijik dengan kekerasan ISIS sementara kekerasan serupa dilakukan oleh negara-negara Barat di dunia Islam. Jadi, ini semacam balasan yang setimpal. Ya, itu cara mereka berpikir," jelas Ulil.
Oleh karenanya, Ulil menyarankan agar masyarakat bersikap lebih kritis dan cerdas dalam memahami Islam secara kontekstual.
ISIS mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangkaian pengeboman dan penembakan di Paris yang menewaskan 128 orang pada hari Jumat lalu. Selain itu, ISIS mengatakan Prancis dan pihak-pihak sekutunya tetap menjadi sasaran ISIS.









