Asap tipis akibat kebakaran hutan di Jakarta tidak berbahaya

Sumber gambar, AFP
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan menyebar sampai lebih dari tiga perempat wilayah Indonesia, termasuk di atas langit Jakarta, menurut pantauan satelit Himawari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG, Minggu (25/10).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mengatakan sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan ke wilayah Jakarta terjadi akibat arah angin, berdasarkan pantauan satelit memperlihatkan asap tipis tampak di atas wilayah Jakarta.
"Hanya Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi utara, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia.
BNPB menyatakan asap tipis akibat kebakaran hutan telah <link type="page"><caption> menyebar ke Jakarta </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151024_indonesia_jakarta_kabutasap" platform="highweb"/></link>sejak Jumat (23/10) lalu sampai Minggu (25/10).
"Partikel halus dari asap tipis ini melayang di atmosfer pada ketinggian sekitar 1.000-3.000 meter, pagi hari terlihat lebih tebal karena bercampur dengan kabut atau uap air," jelas Sutopo.
Tetapi, dia menambahkan sebaran asap akibat kebakaran hutan di Jakarta, tidak perlu dikhawatirkan karena bersifat sementara.
"Sementara kualitas udara di Jakarta masih normal dan sedang, yang berbahaya bagi kesehatan justru asap dari kendaraan bermotor," tambah dia.

Sumber gambar, AFP
Kabut asap di Medan
Dalam keterangannya BNPB menyebutkan asap tebal di sejumlah daerah menyebabkan jarak pandang masih terbatas.
"Pada pukul 09.00 Wib, asap menyebabkan jarak pandang mencapai 200-1.000 meter di sejumlah kota seperti Padang 200 meter, Pekan Baru 1.000 meter, Jambi 900 meter, Palembang 200 meter, Pontianak 800 meter, Palangkaraya 100 meter".
Asap tebal di beberapa wilayah menyebabkan kualitas udara di sejumlah kota masuk kategori berbahaya, antara lain Pekan Baru dan Jambi serta Palangkaraya.

Sumber gambar, BBC INDONESIA
Jadwal penerbangan di sejumlah bandara juga terganggu akibat kabut asap. Sementara di Medan Sumatera Utara juga terkena dampak kabut asap kebakaran hutan. Wartawan di Medan Maskur Abdullah, melaporkan kabut asap di Medan di akhir pekan ini merupakan yang terparah sejak kebakaran hutan terjadi.
"Ini masih sore tetapi sudah gelap sekali, udara juga sangat tidak enak seperti bau terbakar dan menyebabkan mata perih," jelas Maskur kepada BBC Indonesia.
Jadwal penerbangan di bandara internasional Kualanamu untuk pertama kalinya terganggu sejak kebakaran hutan terjadi. Sejak Sabtu (24/10) lalu puluhan jadwal penerbangan terganggu akibat jarak pandang yang terbatas.
Berdasarkan pantauan satelit pada Minggu (25/10) titik api mencapai 1.187. Sejumlah provinsi di <link type="page"><caption> Thailand Selatan juga terkena dampak kabut asap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151022_dunia_thailand_kabut" platform="highweb"/></link>.









