Kabut Asap: Riau Siapkan 7 Posko Evakuasi

Karena kabut asap bersifat kiriman, maka pemerintah provinsi Riau lebih memfokuskan pada penanganan kesehatan daripada pemadaman

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Karena kabut asap bersifat kiriman, maka pemerintah provinsi Riau lebih memfokuskan pada penanganan kesehatan daripada pemadaman
    • Penulis, Isyana Artharini
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Sebagai penanganan atas dampak kesehatan yang timbul akibat kabut asap, pemerintah provinsi Riau menyiapkan posko-posko evakuasi yang memberi layanan kesehatan gratis.

"Penanganan yang ada di Riau, khususnya Pekanbaru, kita sudah menyiapkan tempat-tempat pelayanan kesehatan masyarakat. Jika mereka terserang ISPA atau gejala-gejala penyakit yang karena asap ini, kita siap melayani secara gratis," kata Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Masperi pada BBC Indonesia, Rabu (16/9).

Untuk tahap pertama, pemerintah provinsi Riau menyediakan tujuh tempat evakuasi di Pekanbaru. Meski begitu, menurut Masperi, pemerintah sudah menginstruksikan sampai ke tingkat kabupaten dan kota untuk menyiapkan tempat-tempat evakuasi serupa, terutama di kecamatan dengan pelayanan kesehatan 24 jam yang gratis.

"Kalau misalnya harus dievakuasi, dalam suatu kelompok masyarakat ada yang susah napas, kita bawa ke tempat-tempat evakuasi," kata Masperi.

Beberapa tempat yang digunakan sebagai posko evakuasi adalah GOR Tribuana di Jalan Diponegoro, kompleks Purna MTQ, dan kantor Lembaga Adat Melayu Riau. Nantinya, menurut Masperi, posko-posko ini bisa menampung sekitar 1000 sampai 2500 orang.

Ada empat ruang tertutup yang sudah dipasangi kipas dan pendingin ruangan, sementara di lapangan terbuka pemerintah juga mendirikan tenda yang di bagian dalamnya terpasang AC.

Masperi melihat posko-posko ini sebagai tempat pertolongan medis pertama, jika warga di sana membutuhkan perawatan lebih intens, maka mereka akan dirujuk ke rumah sakit dan biayanya gratis.

Pemerintah provinsi Riau menjanjikan layanan kesehatan gratis buat warga yang mengeluhkan gejala penyakit terkait kabut asap

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pemerintah provinsi Riau menjanjikan layanan kesehatan gratis buat warga yang mengeluhkan gejala penyakit terkait kabut asap

Meski kapasitasnya besar, namun kata Masperi, sejauh ini baru ada 11 orang yang datang memeriksakan diri. "Tempat-tempat lain, saya belum terima laporan. Ini mereka yang datang memeriksakan diri dan menyatakan dirinya sudah susah napas," tambahnya.

Pemerintah Riau lebih memfokuskan pada penanganan kesehatan karena dari jumlah titik api di Riau, berkisar antara 2 atau 3 sehingga mereka masih mampu menanganinya. Selain itu, kabut asap yang terjadi Riau lebih bersifat kiriman sehingga penanganan ada di luar wewenang provinsi.

Walaupun titik panas berada di titik terendah, namun Masperi mengakui kabut asap yang terjadi dua hari terakhir "sangat pekat".

Isak Manik, seorang warga Pekanbaru membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kemarin adalah kejadian kabut asap terparah dalam sebulan terakhir. "Gambarannya begini, sampai pagar rumah saja tidak terlihat. Ruang tamu semua putih. Kalau kemarin itu 100% pekatnya, ya hari ini jadi 80% pekatnya," kata Isak.

Namun Isak belum mendengar pendirian posko-posko evakuasi kabut asap yang didirikan oleh pemerintah provinsi Riau. "Padahal saya update (mengikuti) berita terus," ujarnya lagi.

Kepala RSUD Nuzelly Husnedi kepada BBC Indonesia mengatakan, sampai pertengahan September ini, sudah ada 44 pasien yang datang ke unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan-keluhan yang terkait ISPA dan asma. Jika dibandingkan, pada sepanjang bulan Agustus lalu, pasien yang masuk dengan keluhan serupa ada 28 orang.