Kebijakan ekonomi baru Jokowi siap diumumkan

Sumber gambar, Getty
Presiden Joko Widodo akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi baru di Istana Merdeka Rabu (9/9) sore.
Paket tersebut merupakan langkah yang sudah lama ditunggu untuk mengatasi nilai tukar rupiah yang terus terpuruk dan ekonomi yang tak kunjung membaik--kendati situasi ini memang diderita oleh sebagian besar negara di seluruh dunia.
Paket itu meliputi, "perubahan berbagai peraturan yang menghambat, tetapi ada juga deregulasi," kata presiden Jokowi kepada wartawan.
Yang akan diumumkan Presiden Jokowi adalah tahap awal dari kebijakan baru, yang disebutkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, meliputi 154 ketentuan.
"Banyak sekali, jadi kita umumkan bertahap, " kata Presiden Jokowi.
Bagaimana tahapan-tahapannya, presiden Jokowi tak memaparkan.
Adapun isinya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memberi ancar-ancar.
Dia mengatakan paket kebijakan tersebut berkaitan dengan sektor riil, sektor keuangan, deregulasi, dan pemberian insentif pajak atau tax holiday.
“Pertama, (kebijakan) ini akan membuat aktivitas ekonomi berjalan mulus. Kedua, ini akan mendorong mata uang asing untuk datang,” kata Darmin.
Menurut Darmin, <link type="page"><caption> sasaran paket ini adalah memperkuat nilai rupiah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150827_indonesia_kebijakan_rupiah" platform="highweb"/></link>.
Selain memperkuat rupiah, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan paket kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menambah pasokan devisa, menjaga ekonomi secara makro, menyediakan lapangan kerja, serta memperbaiki daya beli masyarakat yang lemah.
Darmin mengatakan pula, materi kebijakan-kebijakan baru di bidang ekonomi itu disiapkan sejak beberapa waktu oleh para menteri kabinet Presiden Jokowi.
Sebelumnya, melalui jejaring media sosial, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk <link type="page"><caption> membeli produk Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150825_indonesia_rupiah_jokowi" platform="highweb"/></link> untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah.
Analis menilai dengan menggenjot konsumsi, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada penguatan rupiah.









