Letusan Gunung Raung mereda, bandara Bali dibuka kembali

Sumber gambar, AFP
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kembali dibuka pada Sabtu (11/07) siang pukul 12.00 waktu setempat, setelah ditutup akibat letusan Gunung Raung di Jawa Timur.
Corporate communication PT Angkasa Pura 1 Ida Bagus Ketut Juli Adnyana mengatakan aktivitas penerbangan kembali normal dan mulai melayani penerbangan pada pukul 12.20 WITA, dengan prioritas penerbangan tujuan Surabaya dan Jakarta.
"Semua normal kembali, dan penerbangan dengan tujuan Surabaya dan Jakarta yang tertunda kemarin menjadi prioritas untuk didahulukan karena sangat padat jalurnya," jelas Ketut Juli Adnyana kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.
Dia mengatakan aktivitas penerbanga di bandara Bali kembali dibuka setelah mendapatkan ijin dari BMKG dan pihak terkait dengan keamanan penerbangan.
"Jalur penerbangan dari Bali sudah dinyatakan aman dari abu vukanik jadi kami kembali membuka penerbangan, tetapi kami juga akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk terus memantau situasi terakhir," jelas Ketut Juli Adnyana.

Sumber gambar, AFP
Abu vulkanik yang berada di jalur penerbangan membahayakan karena dapat menyebabkan mesin pesawat mati.
Jumlah penerbangan yang dibatalkan di bandara Bali yaitu 277 penerbangan; 160 rute domestik dan 117 internasional.
Letusan berlangsung lama
Sebelumnya, meningkatnya aktivitas Gunung raung di Jawa Timur pada Jumat (10/07) lalu menyebabkan sejumlah bandara ditutup diantaranya Jember, Banyuwangi, <link type="page"><caption> Bali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150710_indonesia_bali_tutup" platform="highweb"/></link> dan Lombok.
Bandara Internasional Lombok telah dibuka pada Jumat sore waktu setempat.
Aktivitas Gunung Raung meningkat dalam beberapa pekan terakhir dengan <link type="page"><caption> mengeluarkan lava pijar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150629_indonesia_gunung_raung" platform="highweb"/></link> dan juga material vulkanik.
Letusan Gunung Raung disebut tipe strombolian, dengan mengeluarkan lava yang cair tipis, tekanan gas yang sedang, material padat, gas, serta cairan.
Letusan tipe ini tidak terlalu kuat, tetapi bersifat terus menerus, berlangsung dalam jangka waktu yang lama, serta tak dapat diperkirakan kapan berakhir.

Sumber gambar, EPA









