Dubes Australia untuk Indonesia kembali ke Jakarta

Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, kembali bertugas di Jakarta setelah sempat ditarik ke Australia sebagai bentuk protes atas eksekusi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, kembali bertugas di Jakarta setelah sempat ditarik ke Australia sebagai bentuk protes atas eksekusi Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Duta besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, telah kembali ke Jakarta--lima minggu setelah dia ditarik oleh Perdana Menteri Tony Abbott sebagai bentuk protes atas eksekusi terhadap dua warga Australia.

Menurut pemerintah Australia, Paul Grigson tiba ke Jakarta pada Senin (08/06) lalu. Dia kembali setelah selama lima pekan ditarik ke Australia untuk “berkonsultasi”.

Pemulangan Grigson adalah penarikan duta besar Australia pertama untuk merespons eksekusi warganya oleh pemerintahan asing.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, dua terpidana penyelundup narkoba asal Australia, <link type="page"><caption> Andrew Chan dan Myuran Sukumaran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150428_eksekusi_pelaksanaan.shtml" platform="highweb"/></link>, dieksekusi oleh regu penembak pada 29 April.

Pada saat itu, Perdana Menteri Australia Tony Abbot menggambarkan eksekusi itu “kejam” dan “tidak diperlukan”.

<link type="page"><caption> Abbott kemudian memutuskan untuk menarik duta besar Paul Grigson dari Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150428_eksekusi_australia" platform="highweb"/></link> seraya mengatakan, “hubungan dengan Indonesia tidak akan bisa sama lagi.”

Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan penarikan itu dilakukan untuk “menunjukkan ketidaksetujuan atas perlakuan terhadap warga kami”.

Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan (kanan) dieksekusi di Nusakambangan pada 29 April lalu.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan (kanan) dieksekusi di Nusakambangan pada 29 April lalu.

Kunjungan kementerian Australia ke Indonesia juga dihentikan pada April namun pemerintahan Tony Abbott belum mengatakan apakah keputusan itu sudah diubah pada Rabu (10/06).

Dampak penarikan duta besar Paul Grigson tidak dibesar-besarkan oleh pejabat Indonesia. Bahkan, bulan lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya memperkirakan Grigson akan kembali dalam waktu dekat.

“Dalam satu bulan mereka akan kembali ke Jakarta,” katanya, sebagaimana dikutip Australia Broadcasting Corporation.

Penarikan duta besar negara asing dari Indonesia terkait dengan eksekusi mati juga terjadi pada Januari lalu.

Ketika itu, <link type="page"><caption> Brasil dan Belanda telah menarik duta besar mereka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150118_brasil" platform="highweb"/></link> setelah Marco Archer Cardoso Moreira, 53 tahun, dan Ang Kiem Soe, 52 tahun, dieksekusi di Nusakambangan