Masalah pengungsi Rohingya 'sulit diselesaikan' dalam setahun

Sumber gambar, AFP
- Penulis, Heyder Affan
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Pengungsi Rohingya asal Myanmar diperkirakan akan tinggal lebih lama di Indonesia karena sejauh ini tidak ada negara tujuan yang mau menerima mereka ditambah adanya penolakan dari Myanmar, kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Indonesia dan Malaysia sebelumnya bersedia <link type="page"><caption> menampung pengungsi Rohingya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150520_dunia_indonesia_malaysia_tampung" platform="highweb"/></link> selama satu tahun dengan syarat mereka nantinya ditempatkan di negara ketiga atau dipulangkan.
"Kita (Indonesia) dalam kondisi krisis soal pengungsi dan pencari suaka. Karena, dalam waktu yang sangat cepat, jumlah mereka yang masuk Indonesia sangat banyak, sementara yang pergi sangat sedikit," kata Tri Nuke Pujiastuti, peneliti LIPI yang pernah meneliti persoalan penyelundupan manusia, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (04/05) malam.
Selain pengungsi Rohingya, ada lebih dari 10.000 orang pengungsi atau pencari suaka asal Afganistan, Suriah, Irak, Iran dan Irak yang masih ditempatkan di sejumlah tempat penampungan di Indonesia, karena belum ada negara tujuan yang mau menerima mereka.
"Persoalan di belakang itu semua, pemrosesan yang dilakukan UNHCR tidak bisa cepat, meskipun standar prosedur UNHCR sampai 1 tahun tergantung tipe dan kondisinya (pengungsi)," kata Tri Nuke.
Ekspektasi Kemlu
Menurut Tri Nuke, masalah pengungsi Rohingya lebih rumit karena tidak ada negara tujuan yang mau menerima mereka, seperti Australia. Ini diperparah sikap pemerintah Myanmar yang menolak mereka.
"Persoalan Rohingya bukan persoalan mudah yang dalam setahun ke depan bisa diselesaikan," katanya menganalisa.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Indonesia berharap negara tujuan atau negara asal pengungsi <link type="page"><caption> dapat menerima pengungsi Rohingya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150604_indonesia_penempatan_rohingya" platform="highweb"/></link> ketika masa setahun itu berakhir.

Sumber gambar, AFP
"Kita harapkan dalam setahun sudah banyak yang kita lakukan," kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto, dalam jumpa pers, Kamis (04/06).
Menurut Tri Nuke, Indonesia tidak bisa bergerak sendiri untuk menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya karena ini merupakan persoalan trans-nasional.
"Itu sudah terbukti sekitar 10.000 pengungsi dan pencari suaka di Indonesia yang kita tidak bisa menyelesaikan masalahnya," katanya.
Peran ASEAN
Dia mengusulkan agar pemerintah Indonesia menggandeng ASEAN yang disebutnya "akan menjadi perhitungan yang berbeda" bagi negara tujuan dan asal pengungsi.

Sumber gambar, AFP
"ASEAN bisa memainkan peranannya untuk bisa menekan Myanmar," katanya.
Para pengungsi Rohingya saat ini ditampung di sejumlah lokasi di Aceh, antara lain di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Utara.
Pengungsi Rohingya dari Myanmar itu diselamatkan oleh nelayan-nelayan di Aceh bersama 720 pendatang Bangladesh pada awal Mei lalu.
Sejauh ini Myanmar menolak disalahkan atas persoalan pengungsi Rohingya yang dianggap sebagai pendatang dari Bangladesh.













