Kemenpora dan PSSI akan gelar 'kompetisi berbeda'

Kemenpora mengatakan turnamen ini digelar untuk membantu masalah keuangan klub, para pemain, serta pihak terkait lainnya akibat sanksi FIFA yang membekukan PSSI.
Keterangan gambar, Kemenpora mengatakan turnamen ini digelar untuk membantu masalah keuangan klub, para pemain, serta pihak terkait lainnya akibat sanksi FIFA yang membekukan PSSI.
    • Penulis, Heyder Affan
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olah Raga akan menggelar sejumlah turnamen sepak bola klub profesional dalam waktu dekat.

Staf khusus Menpora, Zainul Munasichin, mengatakan turnamen ini digelar untuk membantu masalah keuangan klub, para pemain, serta pihak terkait lainnya akibat sanksi FIFA yang membekukan PSSI.

"Untuk menjawab keresahan itu, solusi satu-satunya, ya, menggelar turnamen. Dengan adanya pertandingan, klub bakal ada pemasukan, pemain dan pelatih dapat honor," kata Zainul Munasichin kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (05/06) siang.

Kemenpora dan tim transisi juga akan menyiapkan <link type="page"><caption> kompetisi profesional </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150530_indonesia_reaksi_sanksififa" platform="highweb"/></link>yang diawali Kongres luar biasa untuk memilih kepengurusan PSSI yang baru.

"Tapi untuk menggelar kompetisi 'kan butuh waktu. Jadi dalam jangka dekat, kita akan gelar beberapa turnamen sepak bola," tambahnya.

Kompetisi 'tandingan'

Setelah PSSI dibekukan oleh Kemenpora pada pertengahan April lalu, PSSI pimpinan La Nyalla Matalitti menghentikan liga sepak bola Indonesia 2014-2015 karena tidak mendapat izin kegiatan oleh kepolisian.

Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti mengatakan, pihaknya akan tetap menggelar kompetisi liga profesional pada September 2015 nanti.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti mengatakan, pihaknya akan tetap menggelar kompetisi liga profesional pada September 2015 nanti.

Penghentian liga ini disayangkan oleh <link type="page"><caption> pemilik klub dan para pemain sepak bola</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150528_indonesia_suporter_nasibpssi" platform="highweb"/></link> profesional karena bakal mematikan penghasilan ekonomi mereka.

Usulan mereka agar <link type="page"><caption> Kemenpora-PSSI menggelar dialog</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150419_lanjutan_konflik_pssi_kemenpora" platform="highweb"/></link> tidak berlanjut dan berujung pada keputusan <link type="page"><caption> sanksi pembekuan PSSI oleh FIFA</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150531_indonesia_kemenpora_pssi" platform="highweb"/></link>.

Di tempat terpisah, Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti mengatakan pihaknya akan tetap menggelar kompetisi liga profesional pada September 2015 nanti.

"Nggak ada urusan dengan Kemenpora. Kita akan tetap jalan (dengan menggelar kompetisi)," kata La Nyalla saat dihubungi BBC Indonesia melalui sambungan telepon, Jumat (05/06) siang.

Menurutnya, Kemenpora dan tim transisi justru tidak boleh menggelar kompetisi setelah ada putusan sela PTUN pada 25 Mei lalu yang memerintahkan Kemenpora menunda pelaksanaan SK sanksi terhadap PSSI.

"Sudah ada putusan PTUN kok. Harus dihargai dong," katanya.

Dasar hukum

Kemenpora mempertanyakan legalitas hukum PSSI yang disebut bermasalah.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kemenpora mempertanyakan legalitas hukum PSSI yang disebut bermasalah.

La Nyalla mengklaim kompetisi yang diadakan PSSI bakal diikuti semua klub profesional.

Dimintai komentar tentang rencana PSSI menggelar kompetisi, staf khusus Menpora, Zainul Munasichin, mengatakan klaim La Nyalla tersebut tidak memiliki dasar hukum.

"Apa dasar hukum dia mengatasnamakan Ketua umum PSSI. Dia 'kan baru diputuskan di Kongres, tapi kepengurusan sebuah perkumpulan harus disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Dan sampai hari ini, kepengurusannya belum disahkan."

Dia juga mengatakan, PSSI saat ini sudah dibekukan oleh FIFA. "Jadi, atas nama apa Pak Nyalla mau menggelar kompetisi?"