#TrenSosial: Indahnya berbagi, ramai-ramai bantu Rohingya

Sumber gambar, AP
Penduduk desa di Aceh ramai-ramai membantu para pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang sempat terkatung-katung di laut.
Badan Pengungsi PBB mengatakan sekitar 1.400 orang tiba di Aceh dengan sekitar 400 lainnya tiba Rabu lalu (20/05) lalu.
Sebagian dari pengungsi ini dibantu oleh para nelayan walaupun TNI sempat meminta agar <link type="page"><caption> nelayan tidak bawa para migran ke wilayah RI. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150518_tni_larang_nelayan_rohingya" platform="highweb"/></link>
Para nelayan dan penduduk desa merupakan kontak pertama para migran setelah sekitar dua bulan terkatung-katung di laut.

Sumber gambar, BBC World Service

Sumber gambar, BBC World Service

Sumber gambar, Reuters
BBC Indonesia menerima ratusan komentar terkait langkah penduduk desa membantu para migran.
<link type="page"><caption> Melalui Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/posts/10155590886780434" platform="highweb"/></link>, Hanna Nuraeni Yulhia menulis "indahnya persaudaraan dan senangnya bisa berbagi."
Sementara Benkoe Irawan mengatakan, "Terus terang saya terharu... betapa mulianya hati orang-orang Aceh."
Herisúque Suñardiás - juga melalui Facebook BBC Indonesia- menulis, "kita itu ibarat satu tubuh, ketika ada satu bagian tubuh yang terluka," terkait <link type="page"><caption> gotong royong warga Aceh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/05/150520_trensosial_warga_bantu_rohingya" platform="highweb"/></link> dalam membantu migran.

Sumber gambar, AFP
"Tak bisa berkata-kata"
Razali Puteh, termasuk salah seorang nelayan yang melihat adanya migran yang terkatung-katung di kapal yang padat.
Ia mengatakan ia berada sekitar 60 kilometer di lepas pantai Aceh saat melihat kapal yang penuh sesak migran.
"Kapal sangat penuh...Saya tak bisa berkata-kata dan menangis saat mellihat mereka berteriak dan melambaikan tangan dan kain," kata Razali kepada kantor berita AP.
Begitu para migran diselamatkan ke darat, mereka dibawa ke tenda-tenda yang didirikan sebagai rumah sakit sementara.
Sebagian lainnya dibawa ke penampungan sementara, dengan para penduduk menyumbangkan air, makanan, baju dan sejumlah uang.

Sumber gambar, BBC World Service
Seorang migran (foto di atas) digendong para penduduk saat tiba di Simpang Tiga dalam keadaan pingsan.
Penduduk di Langsa dan desa Julok memberikan bantuan beras, sayur dan telur, menurut sejumlah laporan.
Sekolah-sekolah setempat juga mengizinkan anak-anak migran untuk ikut belajar.

Sumber gambar, BBC World Service

Sumber gambar, BBC World Service
<link type="page"><caption> Para sukarelawan</caption><url href="Sebagian nelayan menggunakan kapal kecil untuk menyelamatkan para migran dari laut atau dari kapal yang nyaris tenggelam." platform="highweb"/></link> dari berbagai kelompok agama dan LSM juga ikut membantu dengan menggelar berbagai posko bantuan di daerah-daerah Aceh.











