Upaya menyelamatkan satwa lewat ajaran agama

latihan ranger
Keterangan gambar, Pelatihan penjaga hutan di perbukitan Bromo, Tengger, Semeru, Jawa Timur.
    • Penulis, Endang Nurdin
    • Peranan, Wartawan, BBC Indonesia

Udara berubah cepat di perbukitan kawasan konservasi Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, pada saat pelatihan sejumlah anak muda yang ingin menjadi penjaga hutan.

Matahari sempat bersinar, kemudian cuaca menjadi berkabut diiringi hujan dan angin tatkala 10 anak muda berlatih menjadi rangers Maret lalu.

Anak-anak muda ini mendaftarkan diri menjadi ranger ProFauna, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam perlindungan satwa.

Mereka belajar bela diri dan ketahanan fisik untuk mengantisipasi kemungkinan <link type="page"><caption> intimidasi dari pemburu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/05/150508_satwa_agama" platform="highweb"/></link> yang masih banyak berkeliaran di daerah konservasi di Jawa.

beladiri
Keterangan gambar, Latihan bela diri untuk mengantisipasi intimidasi dari pemburu satwa.

Sasaran pemburu di kawasan Taman Nasional ini termasuk lutung, elang dan banyak binatang lain yang dilindungi.

Selain bela diri, para calon penjaga hutan ini juga dibekali dengan ajaran agama terkait perlindungan satwa.

Pendiri ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, mengatakan dengan ajaran agama, masyarakat lebih mudah untuk diajak untuk ikut menjaga satwa, terutama yang dilindungi.

Islam Peduli Satwa

Tersangka pemburu gajah

Sumber gambar, WWF Indonesia

Keterangan gambar, Tersangka pemburu gajah dalam rekonstruksi bulan Februari lalu.

"Pelatihan ini dilakukan untuk mencegah perburuan binatang di kawasan konservasi alam, karena kawasan konservasi alam sangat luas dan penjaga hutan sedikit sementara kasus perburuan satwa cukup banyak. Kami membantu kekosongan untuk melatih rangers yang bekerja secara suka rela," kata Rosek.

"Dengan pendekatan agama, masyarakat lebih bisa menerima apa yang kita sampaikan, karena agama mewajibkan kita untuk menjaga alam," tambahnya.

"Tahun kemarin kami berhasil mengagalkan 30 rencana perburuan satwa di kawasan konservasi alam yang kemudian batal...jadi langkah pelatihan ini efektif," kata Rosek.

gajah

Sumber gambar, WWF Indonesia

Keterangan gambar, Dalam dua tahun terakhir, sekitar 60 ekor gajah ditemukan mati di Riau akibat perburuan, menurut WWF.

Dalam satu tahun terakhir, sudah ada sekitar 50 penjaga hutan yang dilatih termasuk 25 di Kalimantan, bekerja sama dengan gereja Katolik setempat, tambahnya.

Ajaran agama untuk melindungi satwa ini juga diangkat melalui kelas-kelas khusus di sedikitnya 30 pesantren di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir, kata Rosek, dengan menggunakan buku berjudul Islam Peduli Satwa.

Tetapi Rosek mengakui upaya meningkatkan kesadaran menjaga satwa lewat ajaran agama ini perlu waktu lama agar sampai benar-benar membantu mengurangi angka perdagangan ilegal dan perburuan.

"Dengan mengajarkan para siswa-siswi dari usia muda, kami harapkan akan terpatri dalam ingatan mereka untuk menjaga dan melindungi satwa," kata Rosek.

Kematian satwa yang dilindungi meningkat

Tahun lalu, <link type="page"><caption> Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/03/140305_majalahlain_fatwabinatang" platform="highweb"/></link> berisi seruan bagi umat Islam di Indonesia untuk melindungi satwa yang dilindungi dengan menjaga habitat dan menekan perdagangan gelap.

buku Islam Peduli Satwa
Keterangan gambar, Buku Islam Peduli Satwa disebarkan di puluhan pesantren di Jawa Timur.

Organisasi konservasi WWF menggambarkan fatwa pertama di dunia ini merupakan langkah positif untuk melindungi binatang.

Namun di tengah sejumlah upaya melalui pendekatan agama ini, angka perdagangan satwa ilegal masih menunjukkan kenaikan.

Kematian gajah, misalnya, menurut WWF Indonesia, mencapai 60 ekor dalam dua tahun terakhir, sebagian besar akibat perburuan gading.

"Tahun 2015 saja sudah ada tujuh ekor gajah yang ditemukan mati...dan kenyataannya jumlah gajah dan harimau terus menurun dan ini akibat perburuan," kata Nyoman.

Nyoman Iswarayoga, direktur komunikasi dan advokasi WWF Indonesia, mengatakan angka perburuan meningkat karena permintaan yang meningkat terutama dari Asia Timur.

"Data menunjukkan permintaan satwa masih tinggi untuk berbagai alasan, seperti untuk dipelihara, untuk obat tradisional dan kebanggaan untuk memiliki satwa yang dilindungi."

Penyelundupan lewat botol

Ia mengatakan fatwa tentang satwa ini perlu waktu yang panjang untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga alam.

"Fatwa mengulangi kembali apa yang terkandung dalam kitab suci al-Quran. Ini butuh proses untuk meningkatkan kesadaran kembali tentang manusia sebagai kalifah, atau penjaga planet bumi."

burung kakak tua

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, 12 dari 22 burung kakaktua yang diselundupkan di botol plastik mati.

"Kita harapkan dalam jangka menengah dan panjang, fatwa akan dapat membantu mengurangi ancaman pembunuhan satwa liar yang sekarang masih kita lihat marak."

Dalam empat bulan terakhir, paling tidak terjadi lima penangkapan tersangka perburuan, termasuk tersangka pemburu gading gajah di Riau Februari lalu.

Awal Mei ini, satu orang ditangkap karena mencoba <link type="page"><caption> menyelundupkan 22 ekor kakaktua melalui botol</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/05/150506_majalah_kakatua" platform="highweb"/></link> dari Makassar ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Satu lusin dari kakaktua yang diselundupkan ini mati.