Hari Buruh: Presiden Jokowi di Ngawi, buruh banjiri istana

Sumber gambar, ging ginanjar
Puluhan ribu ribu buruh dari berbagai pabrik yang tergabung dalam unit, serikat, dan konfederasi buruh memenuhi jalan depan Istana Negara, mendeklarasikan niat pembentukan partai buruh, kendati tak semua bergabung.

Sumber gambar, ging ginanjar
Para buruh memenuhi pelataran depan Istana Negara secara agak leluasa, memarkir mobil-mobil mimbar berpengeras suara, yang diisi orasi silih berganti.
Sementara sang penghuni Istana, Presiden Jokowi, bukan kebetulan sedang melakukan perjalanan dinas ke Jawa Tengah.

Sumber gambar, ging ginanjar
Para pemimpin berbagai serikat buruh melakukan orasi, yang intinya ketidak puasan atas perlakuan partai-partai politik selama ini yang memperlakukan buruh sekadar alat meraup suara dalam Pemilihan Umum, namun setelah Pemilu, nasib buruh tak dipedulikan lagi.

Sumber gambar, Ging Ginanjar
Jika saja buruh bisa <link type="page"><caption> dimobilisasi melalui suatu partai politik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150430_may_day_2015" platform="highweb"/></link>, dampaknya dibayangkan akan besar, kata para pemimpin buruh.
"Setidaknya ada 30an juta kaum buruh Indonesia, yang jika ditambah anggota keluarganya, akan mencapai jumlah yang bahkan lebih besar dari pemilih Joko Widodo saaat memenangkan Pemilihan presiden beberapa waktu lalu," kata Adi Wibowo dari Persatuan Perjuangan Indonesia.

Sumber gambar, ging ginanjar
Betapapun, deklarasi di halaman Istana Negara kali ini baru sebatas wacana perlunya membentuk partai.
Di Hari Buruh ini, yang baru mereka pastikan pembentukannnya adalah Gerakan Buruh Indonesia, yang diniatkan sebagai cikal bakal partai buruh masa depan. GBI ini mencakup berbagai gerakan, serikat dan konfederasi buruh.

Sumber gambar, ging ginanjar
Sebagian serikat dan gerakan buruh memilih untuk melakukan perjuangan lain, dan tidak bergabung dalam GBI. Dengan alasan, seperti disebutkan Suryanta Ginting dari Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia, wacana pembentukan partai buruh kali ini menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar.

Sumber gambar, ging ginanjar
Ia menyebut, para tokoh di balik gagasan itu justru sangat sibuk dengan berbagai manuver politik saat Pemilu dan Pilpres lalu. Bahkan sejumlah tokoh buruh pendukung Jokowi masih terus kasak-kusuk cari jabatan pasca Pilpres.
Suryanta mencium adanya manuver politik kekuasaan, yang bukan didasari pada perjuangan untuk kepentingan buruh. Kendati begitu, katanya, ia menghormati hak kelompok-kelompok itu untuk membentuk partai.









