Budi Gunawan diminta perkuat kepercayaan publik

Sumber gambar, Reuters
Anggota Tim Sembilan, Jimly Asshiddiqie, berharap Komjen Budi Gunawan bisa meningkatkan kepercayaan publik dan mendorong sinergi antara Polri dan KPK.
"Harapannya sekarang adalah ambil langkah-langkah untuk perbaiki kinerja (Polri), perkuat kepercayaan publik, dan KPK-kepolisian bisa bersinergi," kata Jimly kepada BBC Indonesia, hari Rabu (22/04).
Budi Gunawan -yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi "rekening gendut"- <link type="page"><caption> dilantik menjadi wakapolri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150422_budi_gunawan_wakapolri" platform="highweb"/></link>.
Ia sempat dicalonkan Presiden Joko Widodo sebagai kapolri, tapi penetapannya sebagai tersangka membuat sebagian kalangan di masyarkat menentangnya.
Presiden kemudian membentuk Tim Sembilan untuk mengkaji pencalonan Budi Gunawan. Tim kemudian <link type="page"><caption> meminta presiden membatalkan pencalonan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/01/150128_audio_budigunawan_tim9" platform="highweb"/></link>Budi Gunawan, meski melalui praperadilan status tersangkanya dibatalkan.

Sumber gambar, Reuters
"Masukan dari masyarakat sudah disampaikan. Polisi sekarang ambil keputusan sesuai dengan prosedur internal mereka. Ya kita hormati saja. Kita tak boleh terlalu jauh mencampuri urusan internal mereka," kata Jimly.
"Yang penting sekarang sudah ada kepemimpinan definitif di tubuh kepolisian," katanya.
Jimly yang pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan polisi tentunya punya pertimbangan dan keyakinan ketika mengangkat Budi Gunawan sebagai wakapolri.













