Lion Air akui 'terlambat ambil keputusan'

Edward Sirat (kiri) mengakui staf Lion Air 'terlambat ambil keputusan'
Keterangan gambar, Edward Sirat (kiri) mengakui staf Lion Air 'terlambat ambil keputusan'

Kacaunya penerbangan Lion Air yang berujung pada pembatalan lebih dari 100 penerbangan Lion Air pekan lalu diakui pimpinan maskapai murah itu sebagai dampak dari staf yang tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, kepada wartawan di kantor pusat Lion Air, Senin (23/02)

Edward menjelaskan bahwa pembatalan hingga 100 penerbangan Lion Air pekan diakibatkan gangguan terhadap tiga pesawat di Semarang dan di Bandara Soekarno Hatta.

Namun mengapa tiga pesawat berdampak sangat luas?

"Setiap pesawat menangani lima hingga enam rute penerbangan, tapi masalahnya kan untuk ganti jadwal penerbangan atau menarik pesawat cadangan bisa butuh waktu berjam-jam," kata Edward.

Ia meminta maaf kepada para penumpang yang merasa pihak Lion menelantarkan mereka dan tidak memberikan keterangan memadai.

Edward juga mengaku pihak manajemen Lion Air yang berada di Soekarno Hatta seharusnya bisa bekerja lebih baik.

"Saya mengatakan pengambilan keputusan di lapangan kurang cepat... dan mengenai prosedur, apakah sudah dipahami oleh mereka (staf Lion Air di Cengkareng). Kedua harus ada tim yang nanti ketika ada hal-hal demikian bisa segera memutuskan prosedur secara baik sehingga penanganan penumpang sesuai prosedur," tambahnya lagi.

Pembekuan rute Lion Air

Pembatalan 100 penerbangan Lion Air dilaporkan berdampak pada 2.000 penumpang

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pembatalan 100 penerbangan Lion Air dilaporkan berdampak pada 2.000 penumpang

Pada hari Jumat (20/02) Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, <link type="page"><caption> mengumumkan sanksi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150220_sanksi_lionair" platform="highweb"/></link> untuk Lion Air yaitu pembekuan rute baru namun pengamat perdagangan mengaggapnya kurang efektif.

"Sanksi bukan solusi, paling hanya memadamkan api saja.. Tapi untuk jangka panjang harus dilakukan audit internal dan eksternal, apakah manual dimengerti dengan baik misalnya.. harus diaudit secara keseluruhan dari level manajemen hingga level terbawah agar bisa dilihat masalahnya di mana saja," kata pengamat penerbangan, Samudra Sukardi.

Menanggapi hal itu Kementerian Perhubungan mengatakan pembekuan rute baru bertujuan agar Lion Air dapat merancang prosedur standar operasi (SOP) yang efektif dalam menangani krisis.

"Permohonan izin rute baru Lion Air hanya jika dapat meyakinkan SOP dalam menangani krisis akibat keterlambatan mau pun pembatalan penerbangan yang dapat melindungi konsumen secara profesional," kata Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo.

Ia juga mengatakan Kementerian Perhubungan akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap maskapai murah tersebut.

Sebelumnya berbagai spekulasi terkait penyebab pembatalan besar-besaran penerbangan Lion Air beredar, diantaranya pemogokan awak pesawat. Namun Edward membantah semua rumor itu.

"Tidak ada pemogokan, tidak ada masalah keuangan, sabotase internal, refund (penggantian uang) sudah dilakukan dan haknya kami kembalikan, untuk penerbangan yang kami tutup pada hari jumat hingga 24:00 sudah direfund 100% dan yang mau reschedule penerbangan akan diberikan gratis dengan rute yang sama," tandasnya.