Menhub akan umumkan maskapai yang langgar izin penerbangan

Kementerian Perhubungan Indonesia akan mengumumkan nama-nama maskapai penerbangan yang terbukti melanggar izin penerbangan selama ini.
Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengatakan, pelanggaran izin terbang itu dilakukan oleh sejumlah maskapai penerbangan sebelum jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.
"Termasuk airlines yang rutenya dibekukan karena pelanggaran hari terbang," kata Menteri Perhubungan Ignatius Jonan kepada wartawan di komplek Istana Merdeka, Kamis (08/01), seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia Heyder Affan.
Para pejabat atau pegawai Kementerian Perhubungan yang terbukti terlibat dalam kasus ini juga akan diumumkan.
Jonan juga berjanji akan memeriksa prosedur penerbangan di semua bandar udara menyusul jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.
"Ini lagi diperiksa semua," kata Jonan.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan otoritas terkait untuk melakukan audit mandiri terkait pengelolaan <link type="page"><caption> menara pengawas lalu lintas udara ATC Surabaya </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150106_airasia_nonaktif" platform="highweb"/></link>maupun AP I di cabang Bandara Juanda.
<link type="page"><caption> Tujuh pejabat di Kemenhub juga dinonaktifkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150106_airasia_nonaktif" platform="highweb"/></link> dan dimutasikan terkait dengan penerbangan AirAsia hari minggu yang tidak memiliki izin terbang.

Awal pekan lalu, Kementerian Perhubungan juga telah <link type="page"><caption> membekukan sementara penerbangan AirAsia </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150105_kemhub_airasia" platform="highweb"/></link>rute Surabaya-Singapura karena melanggar jadwal terbang.
Seorang pengamat penerbangan sebelummnya mengatakan, kecelakaan yang dialami AirAsia merupakan puncak gunung es dari masalah yang dihadapi dunia penerbangan di Indonesia.
Tergantung cuaca
Sementara, tim SAR nasional menyatakan akan melanjutkan upaya mencari kotak hitam dan mengangkat bagian ekor pesawat AirAsia pada Jumat (09/01), setelah upaya ini gagal dilakukan Kamis (08/01).
Arus bawah laut selat Karimata yang tidak bersahabat dan cuaca yang buruk, membuat tim penyelam gagal mencari kotak hitam pesawat AirAsia, kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, Kamis sore di Jakarta.

Sumber gambar, Getty
Bambang Soelistyo mengatakan, tim pencari akan mengulangi upaya itu pada pagi hari Jumat ini, termasuk melanjutkan pencarian korban pesawat.
"Kita berharap cuaca bersahabat dengan kita, maka kita bisa melakukan perencanaan-perencanaan atau operasi-operasi," kata Bambang.
Tim SAR sejauh ini telah menemukan 43 jenazah setelah hari Kamis mereka menemukan kembali dua jenazah di laut.











