AirAsia QZ8501: Pencarian difokuskan pada kotak hitam

Sumber gambar, EPA
Badan SAR Nasional akan mengirim tim penyelam untuk mencari kotak hitam (black box) di sekitar bagian ekor pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata.
"Untuk memastikan apakah kotak hitam masih berada di rak atau di<link type="page"><caption> posisinya di bagian ekor</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150107_airasia_ekorpesawat_ditemukan" platform="highweb"/></link> atau sudah terlepas dari tempatnya," kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, dalam jumpa pers, Kamis (08/01) siang.
Menurutnya, tim penyelam sempat melakukan pencarian pada Kamis (08/01) pagi, tetapi kemudian diputuskan kembali ke kapal karena arus bawah laut yang kuat.
"Kalau (arus bawah lautnya) membaik, maka mereka akan melakukan penyelaman kembali," kata Bambang.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, karena kotak hitam belum ditemukan, pihaknya belum memutuskan untuk mengangkat bagian ekor pesawat dari dasar laut.

Sumber gambar, AFP
"<link type="page"><caption> Kotak hitam memerlukan perlakuan khusus</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150101_airasia_airfrance_mirip" platform="highweb"/></link> untuk mengambil dan mengevakuasinya," jelasnya.
Itulah sebabnya, Basarnas terus melakukan koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tentang cara yang tepat untuk mengangkat ekor pesawat tersebut.
"Apakah boleh ekor diangkat sekaligus. Jadi decision (keputusan) pada tim KNKT, kita membantu. Jika diizinkan, kita siapkan dengan alat pengangkat yang sudah disiapkan di atas kapal," kata Bambang.
Kepada pers, Bambang Soelistyo menyebut, jumlah jasad korban pesawat AirAsia yang sudah ditemukan berjumlah 40 jenazah.












