Jenazah pramugara AirAsia disambut isak tangis

Keluarga pramugara Prambudi
Keterangan gambar, Tim identifikasi sudah memastikan jenazah Wismoyo Ari Prambudi bersama dua korban lain.

Jenazah salah seorang pramugara AirAsia QZ 8501, Wismoyo Ari Prambudi, tiba di rumah duka pada di Klaten, Jawa Tengah, Minggu 4 Januari malam.

Kedatangan jenazah disambut dengan isak tangis oleh kedua orangtua, kerabat, dan tetangga.

Ayah dan ibu orangtua Prambudi langsung mendekati peti jenazah yang telah dibungkus plastik.

Upacara penyerahan jenazah dipimpin Pimpinan Eksekutif AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko, kepada perwakilan keluarga, Aris Budiharjo.

Hasil identifikasi jenazah Prambudi dirilis oleh Tim Identifikasi Korban Bencana, DVI, pada hari Minggu, bersama identifikasi dua korban lainnya.

AirAsia
Keterangan gambar, Penyerahan jenazah dilakukan pimpinan AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko.

Dalam keterangan pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Dr Arthur Tampi, menyatakan catatan sidik jari dan gigi ketiga jasad sesuai dengan tiga orang yang terdapat dalam penerbangan AirAsia ke Singapura.

Adapun dua jenazah lainnya adalah Jie Stevie Gunawan, anak perempuan 10 tahun, dan Juanita Limantara, perempuan berusia 30 tahun asal Surabaya.

Dengan kepastian identitas tiga jenazah ini, <link type="page"><caption> maka tim DVI telah mengidentifikasi sembilan jenazah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150103_duajenazah" platform="highweb"/></link>.

Pesawat AirAsia QZ8501 yang membawa 162 penumpang dan awak dengan penerbangan dari Surabaya ke Singapura <link type="page"><caption> hilang dari radar, Minggu (28/12), pekan lalu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_airasia_surabaya_singapura" platform="highweb"/></link>